Connect with us

Coretan Perkaderan

Peranan Wanita Dalam Islam

Published

on

Oleh: Yunda Salma Fatimatuzahro, Peserta Penataran Kohati Serang Raya

Membahas tentang falsafah penciptaan perempuan, sebagaimana dengan kisah siti hawa bahwasanya ia diciptakan dari tulang rusuk nabi Adam A.S. Namun ternyata dalam penciptaannya terdapat beberapa hal yang tidak diketahui maksud diciptakannya  perempuan. Adapun beberapa hal tujuan diciptakannya perempuan ialah:

  • Sebagai khalifah dimuka bumi
  • Untuk beribadah kepadanya (Allah SWT)
  • Menyempurnakan pasangan dan membentuk generasi penerus perjuangan
  • Memberi ketenangan bagi pasangan hidupnya

Namun secara umum atau secara mendasar perempuan itu diciptakan untuk beribadah kepada Allah SWT. dan selebihnya adalah tugas-tugas tersebut sebagai perempuan dimuka bumi. Bukan hanya laki-laki saja yang dapat menjadi khalifah, namun perempuan juga bisa dan dibolehkan dalam memimpin. Seperti memimpin perang, contohnya seperti Aisyah yang memimpin perang jamal.

Perempuan dalam Islam sangat dimuliakan dan diistimewakan dan derajatnya pun tidak dibedakan dengan laki-laki. Dan perempuan dalam Islam diharuskan untuk menjadi wanita yang mar’atus sholihah. Nah, seperti apa sih wanita yang mar’atus sholihah itu? Wanita Mar’atus Solihah yaitu wanita yang taat kepada Allah SWT. Selain itu juga, wanita yang selalu menunaikan solat lima waktu dengan ketulusan hati dan seikhlas-ikhlasnya menjalankan kewajiban menyembah Allah SWT.

Wanita yang memakai hijab dengan kesadaran diri sendiri tanpa tuntutan dari orang lain, selain itu juga seorang wanita yang mar’atus sholihah ialah wanita yang menjaga ketaatannya kepada suami, juga wanita yang mendidik anak-anaknya agar taat kepada Allah SWT. Wanita tidak berkhalwat kepada laki-laki yang bukan mahramnya seperti dalam hadist disebutkan :

Ingatlah, bahwa tidaklah seorang laki-laki itu berkhalwat dengan seorang wanita kecuali yang ketiganya adalah setan.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan Al-Hakim).

Al-Hakim kemudian menyatakan bahwa hadits ini shahih berdasarkan syarat Al-Bukhari dan Muslim. Pendapat ini disepakati pula oleh Adz-Dzahabi).

Kemudian, wanita tidak menyerupai seperti laki-laki. Pada zaman sekarang banyak sekali ditemukan bahwasanya perempuan menyerupai laki-laki, baik dari penampilan ataupun sifat dan tingkah lakunya.

Dalam hadist disebutkan bahwa dari Ibnu Abbas R.A dia berkata: “Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR. Al-Bukhâri, no. 5885; Abu Dawud, no. 4097; Tirmidzi, no. 2991).

Kemudian, sosok wanita yang mar’atus sholihah itu wanita yang menjaga ukhuwah islamiyah nya dengan baik, wanita yang menjaga hatinya dari syubhat dan syahwat dan wanita mar’atus sholihah ialah wanita yang menjaga waktunya agar tidak terbuang sia-sia.

Namun, dengan kemajuan teknologi banyak sekali wanita yang melenceng dalam agama dan tidak menyesuaikan dalam alquran. Sudah disebutkan ciri-ciri mar’atus solihah diatas, untuk saat ini ialah bagaimana kita mengimplementasikan sosok wanita mar’atus sholihah tersebut.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Coretan Perkaderan

Mendidik Anak Perempuan Ala Rasulullah

Published

on

Oleh: Yunda Nurpadilah Peserta Penataran Kohati Serang Raya

Anak merupakan titipan yang mulia dari Allah SWT. Karenanya, setiap orang tua wajib mendidik dan menjaganya dengan baik. Namun, cara mendidik anak perempuan ternyata cenderung harus lebih diperhatikan, khususnya dalam ajaran agama Islam.

Menurut sebuah hadits shahih, anak perempuan kelak bisa menjadi penolong bagi orang tuanya “Barang siapa diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, kelak mereka akan menjadi penghalang dari api neraka.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Ada banyak keutamaan yang dimiliki oleh perempuan. Seorang perempuan sholehah bisa menjadi penyelamat orang tuanya di akhirat kelak. Ketika perempuan sudah menikah dan menjadi ibu, maka surga dibawah telapak kakinya.

Namun, Nabi Muhammad Rasulullah SAW juga mengatakan bahwa penduduk neraka terbanyak adalah perempuan, ini dikarenakan perempuan mempunyai sifat labil yang membuat dirinya tidak bisa mengontrol emosinya, sehingga banyak yang terjerumus ke dalam hal-hal buruk.

Anak perempuan juga memiliki keutamaan yang berbeda dari anak laki-laki, karena dari rahim seorang perempuan akan lahir generasi penerus keluarga dan bangsa yang cerdas. Seorang perempuan juga memiliki tanggung jawab untuk mengajarkan moral dan akhlak yang terpuji kepada anak-anaknya.

Bila seorang perempuan dididik dengan menanamkan nilai Islam, InsyaAllah ia akan menjadi penolong orang tuanya di akhirat. Berikut ini beberapa cara mendidik anak perempuan ala Rasulullah SAW yang dapat kita tiru:

1. Mengajarkan ilmu tauhid dengan mengenalkan Allah sejak dini, sejam dari bayi hingga dewasa, mengenalkan siapa Allah dan tujuan Allah SWT menciptakan manusia.

2. Mengajarkan pendidikan agama seperti kewajiban untuk sholat, membaca Al-Qur’an, puasa, zakat, dan lain-lain.

3. Mengajarkan adab dan pergaulan yang baik dengan memberitahu tentang batasan bergaul dengan laki-laki, menjaga pandangannya dan berpenampilan tidak menyerupai laki-laki.

4. Mengajarkan cara berbakti kepada orang tua.

5. Mengajarkan cara menutup aurat.

6. Mengajarkan pekerjaan rumah tangga.

7. Melimpahkan kasih sayang sebaik mungkin.

Dengan didikan dan kebiasaan yang orang tua ajarkan kepada anak perempuannya, diharapkan anak dapat menerapkannya hingga dewasa dan menjadi sosok mar’atussolihah.

Sumber: Hefni, Azizah. 2018.  Mendidik Buah Hati Ala Rasulullah.  Jakarta: PT Agromedia Pustaka.

Continue Reading

Coretan Perkaderan

Arti Kasih Sayang dari Seorang Perempuan

Published

on

Oleh: Yunda Aprilia Peserta Penataran Kohati Serang Raya

Tahukah kamu? Ketika terjadi kasus suami istri tergugat cerai hidup, maka hak asuh anak akan jatuh kepada seorang istri atau ibu. Itu artinya menandakan kasih sayang seorang perempuan lebih besar dari pada laki-laki, sebuah penelitian menyatakan bahwa perempuan memiliki gen kasih sayang lebih banyak dan kuat dari pada laki-laki.

Definisi antara sebuah arti kasih sayang yang sejati, sebuah arti kesetiaan yang tulus terlahir alami jauh di dasar hati yang terdalam. Niatan tulus dari hati, sebuah penantian dalam setia meskipun raga tak kerap ada bersamanya. Namun sebuah kesetiaan terbentuk dan terletak di dalam hati. Allah Yang Maha Berkehendak dan Menjaga Hati.

Tingkat kasih sayang seorang perempuan mudah muncul secara alami karena naluri seorang perempuan sebagai ibu. Secara alami laki-laki memiliki sikap lebih maskulin dan perempuan lebih feminin, namun perbedaan inilah yang kemudian menumbuhkan seberapa banyak rasa sayang yang bisa dirasakan oleh seseorang.

Secara alami pria juga lebih logis atau menggunakan akal pikirannya dalam bertindak, berbeda dengan perempuan yang lebih mengandalkan perasaan. Sehingga perempuan dikatakan woman’s face yaitu wanita lebih baperan, wanita lebih perasa karna memang kodratnya wanita dilahirkan dengan perasaan yang sensitif.

Maka dari itu pemberdayaan perempuan merupakan bagian dari integral untuk upaya pembangunan nasional. Dengan tugas dan kewajiban yang disetarakan gender, kasih sayang laki-laki tidak dapat menyetarakan kasih sayang perempuan. Namun, mengembangkan dan mematangkan potensi pada diri perempuan harus mungkin serta memanfaatkan hak dan kesempatan yang sama dengan laki-laki.

Perempuan memang makhluk yang lemah, namun dalam diri perempuan terdapat kemuliaan yang tidak ada pada diri laki-laki. Kasih sayang seorang perempuan sangatlah berharga bagi keturunannya. Karena bibit-bibit unggul seorang anak tercipta dari kasih sayang seorang perempuan yaitu ibu.

Seorang penyair ternama yaitu Hafiz Ibrahim mengungkapkan “Al-Ummu madrasatul ula, iza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq” Yang artinya: Ibu adalah madrasah (sekolah) pertama bagi anaknya. Sehingga sebaiknya seorang perempuan atau ibu mempersiapkannya dengan baik, maka sama halnya engkau persiapkan bangsa yang baik pokok pangkalnya.

Continue Reading

Coretan Perkaderan

Falsafah Penciptaan Perempuan, Serta Pandangan Barat dan Islam

Published

on

Oleh: Yunda Wafiq Ajizah, Peserta Penataran Kohati Serang Raya

Untuk apa sih perempuan itu diciptakan? Dan pandangan secara rinci menurut kalian tentang falsafah penciptaan perempuan seperti apa?

Dilihat dalam Al-Qur’an surah An-Nisa ayat satu yang artinya “Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam) dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari dirinya dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan peliharalah hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.

Nahh dari apa yang sudah disampaikan dalam materi, bahwasanya perempuan diciptakan sebagai pelengkap tulang rusuk dari laki laki, sebagai penyempurna pelengkap kebahagiaan serta dapat memberi ketenangan, serta tanda-tanda dari kebesaran Allah SWT.

Sebagaimana telah tercantum dalam Al-Qur’an surah Ar-Rum ayat 21 yang artinya: “Dan diantara tanda-tanda kebesarannya ialah dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dia menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir. ” Dan juga dapat memberi keturunan untuk melanjutkan estafet kekhalifahan.

Penciptaan manusia untuk beribadah menjadi khalifah di muka bumi. Dalam islam perempuan itu sangat dimuliakan, karena apa? Karena perempuan sangat terjaga kesuciannya.

Perhiasan yang paling indah adalah wanita sholehah, aurat ditutup demi kehormatan.  Bagaimana citra diri menjadi mar’atussholihah?

Pertama, taat kepada Allah SWT. Kedua, selalu menjaga sholat lima waktu, berwudhu, niat dan dilakukan dengan khusuk. Ketiga, Mar’atussholihah yang menjaga hijabnya dengan senang hati. Keempat, menjaga ketaatan pada suami.Kelima, mendidik anak untuk taat pada Allah sebagaimana tercantum dalam surah Al-Kahfi ayat 36 yang artinya “Dan aku kira hari kiamat itu tidak akan datang, dan sekiranya aku dikembalikan kepada tuhanku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik dari pada ini.

Keenam, tidak boleh berduaan dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Ketujuh, tidak menyerupai laki-laki. Kedelapan, selalu menyeru ke jalan Allah dengan perkataan yang baik. Kesembilan, menjaga hati dari subhat/syahwat. Kesepuluh, menjaga waktu agar tidak sia-sia.

Continue Reading

Coretan Perkaderan

PEREMPUAN: Makhluk Mulia Yang Harus Dijunjung

Published

on

Oleh: Yunda Mauliani, Peserta Penataran Kohati Serang Raya

Kalian pernah mikir ga sih, perempuan itu diciptakan untuk apa? Sebagai manusia, perempuan diciptakan untuk beribadah kepada Allah. Sedangkan sebagai salah satu jenis kelamin, perempuan diciptakan untuk melengkapi dan menyempurnakan agama dari seorang laki-laki.

Sebagai makhluk yang dimuliakan oleh Allah, perempuan diciptakan dengan segala keindahannya seperti sifat yang dimiliki Allah yaitu sifat Jamal. Apasih sifat Jamal itu? Jamal merupakan sifat Allah yang mengandung arti yaitu segala keindahan yang Allah miliki dan diturunkan kepada perempuan. Maka dari itu, segala sesuatu yang indah itu selalu tercermin kepada perempuan.

Seorang perempuan harus menempatkan diri menjadi tiga sosok yaitu seorang anak, istri, dan ibu. Karena tujuan penciptaan seorang perempuan yaitu supaya adanya perkembangbiakan diantara perempuan dan laki-laki.

Perempuan sebagai makhluk yang memberi ketenangan dan kebahagiaan bagi para suami tentunya tidak hanya mengandalkan kecantikannya saja, namun juga segala kontribusi lain harus bisa perempuan lakukan sebagai kodratnya seorang istri.

Seorang perempuan memiliki banyak peran dan perempuan memiliki suatu hal yang tidak bisa dimiliki oleh laki-laki, sebagai perempuan yang diciptakannya sangat mulia dibuktikan dengan hadits yang berbunyi: “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri yang shalihah” (HR. Muslim).

Sudah dijelaskan dalam hadits bahwasannya perempuan adalah makhluk yang diibaratkan sebagai perhiasan, dan dari keindahan yang dimiliki oleh perempuan itu memang sudah seharusnya dan sepatutnya perempuan itu dijunjung, dijaga dan dirawat. Sebagai perempuan mulia yang menjadi perhiasan dunia harus menjaga citra diri sebagai perempuan Sholihah.

Adapun ciri dari perempuan-perempuan yang Sholihah yaitu: Taat kepada Allah SWT. Dengan menjaga shalat dalam 5 waktunya, menjaga hijabnya dengan senang hati, menaati suami, menjadi madrasatul ula bagi anak-anaknya, menjaga diri dengan tidak berkhalwat dengan lawan jenis, tidak menyerupai pakaian maupun tingkah laku seperti lawan jenis, menjaga tali persaudaraan dengan sesama muslim, selalgu menjaga hati dari syubhat dan syahwat, dan menjaga waktu yang dimiliki agar tidak terbuang sia sia.

Continue Reading

Coretan Perkaderan

Kata Siapa Wanita Lemah?

Published

on

Oleh: Yunda Zahratul Muharromah, Peserta Penataran Kohati Serang Raya

Jika membahas isu tentang wanita, yang langsung terpikir dalam benak kita adalah wanita sebagai second class (wanita sebagai kelas kedua atau sebagai bawahan atau dianggap rendah). Sedangkan pria sebagai superioritas (manusia atasan), karena wanita diciptakan dari tulang rusuk laki-laki, jadi wanita dianggap lebih lemah dan dinomorduakan kedudukannya di bawah laki-laki.

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

“Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)-nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.”

Di dalam ayat ini dijelaskan bahwa wanita diciptakan dari seorang manusia tunggal, manusia pertama  yang diciptakan oleh Allah SWT yaitu Adam as. Setelah diciptakannya Adam as. Allah menciptakan Hawa sebagai pelengkap kehidupan Adam as.

Karena selama Adam hidup di surga, Adam merasa kebahagiaan yang ia miliki di surga belum sempurna, untuk menyempurnakan kebahagiaan itu maka Allah ciptakanlah Hawa. Tujuan Allah menciptakan Hawa tak lain dan tak bukan adalah untuk menyempurnakan agama dan kebahagiaan laki-laki.

Selain itu, pada ayat tersebut dijelaskan bahwa tujuan diciptakannya wanita adalah untuk meneruskan atau memperbanyak keturunan, karena jika pada saat itu Allah hanya menciptakan Adam saja, maka telah punahlah manusia pada saat ini.

Wanita sebagai pelengkap laki-laki telah Allah ciptakan dengan sedemikian indah dan se-sempurnanya, wanita di desain dengan indah untuk bisa mendampingi pasangan laki-laki dengan kasih sayang, ketenangan, kelembutan, dan kecerdasan. Maka hal tersebut membuktikan bahwa wanita mewarisi sifat Allah yaitu Jamal.

Wanita dengan kegagahan dan keistimewaannya yang telah dianugerahkan oleh Allah SWT. Dapat menjadi sebuah pondasi bagi bangsa yang artinya jika wanita berada pada bangsa tersebut tidak berkualitas maka hancurlah bangunan kokoh yang telah sama-sama dibangun oleh bangsa tersebut.

Wanita dengan kekuatan dan ketegarannya mampu membawa dalam rahimnya calon anak bangsa selama 9 bulan, yang mana belum tentu laki-laki bisa sekuat wanita dapat menopang berat 2-4 kg dalam rahimnya.

Maka dengan dua hal ini, Allah ingin membuktikan bahwa wanita mewarisi sifat Allah yaitu Kamal.

Continue Reading

Coretan Perkaderan

Ini Keistimewaan yang Dimiliki Perempuan, Menurut Al-Qur’an dan Hadis

Published

on

Oleh: Yunda Nurisma Amalia, Peserta Penataran Kohati Serang Raya

Islam merupakan agama yang sangat memuliakan seorang perempuan. Sebagai Rahmatan Lil Alamin, Islam memposisikan perempuan pada tempat yang mulia. Dalam Islam, kedudukan seorang perempuan dan laki-laki adalah sama. Keduanya sama-sama makhluk Allah dan sama-sama menyembah Allah.

Akan tetapi, ada  keistimewaan yang hanya dimiliki oleh seorang perempuan. Yaitu, bahwa seorang perempuan diberikan kepercayaan untuk bisa mengandung selama sembilan bulan dan juga melahirkan. Dengan keistimewaan tersebut, maka seorang perempuan bisa mendapatkan pahala yang sangat besar.

Seperti yang dijelaskan dalam hadis yang berisi “Mati syahid ada 7 selain yang terbunuh di jalan Allah, yaitu orang yang mati karena thaun, syahid. Orang yang mati tenggelam, syahid. Orang yang mati karena ada luka parah di dalam perutnya, syahid.Orang yang mati sakit perut, syahid. Orang yang mati terbakar, syahid. Orang yang mati karena tertimpa benda keras, syahid. Dan perempuan yang mati, sementara ada janin dalam kandungannya.” (HR. Abu Daud 3111 dan disahihkan Al-Albani).

Dari hadis tersebut dapat kita ketahui bahwa seorang perempuan yang hamil dan melahirkan setara dengan jihad di jalan Allah. Dengan demikian perjuangan seorang perempuan yang hamil dan melahirkan dengan segala pengorbanan yang luar biasa ini diberikan kemuliaan oleh Allah.

Dalam Al-Quran saja banyak sekali ayat bahkan surat yang membahas tentang perempuan, seperti surat An-Nisa yang ayatnya banyak membahas tentang perempuan.

Dalam surat An-Nisa ayat 1, Allah telah berfirman yang artinya “Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dari jiwa yang satu (Adam) dan dari jiwa yang satu itu Dia menciptakan pasangannya (Hawa), dan dari keduanya Dia memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.” (An-Nisa: 1).

Pada hakikatnya seorang perempuan diciptakan di muka bumi ini sebagai pelengkap untuk seorang laki-laki. Jika diibaratkan, perempuan adalah buminya dan laki-laki adalah langitnya.

Maksudnya yaitu seorang perempuan memiliki peran sebagai bumi yaitu untuk menampung. Apabila seorang laki-laki sebagai langit yang mencurahkan hujan, maka seorang perempuan mampu untuk menumbuhkan tumbuhan di bumi.

Dengan kata lain bahwa seorang perempuan adalah sosok pelengkap kesempurnaan laki-laki. Pelengkap disini maksudnya adalah bahwa seorang perempuan adalah pasangan seorang laki-laki, yang mana keduanya akan saling melengkapi.

Keistimewaan lain dari perempuan yaitu tercantum dalam beberapa ayat dalam Al-Qur’an hingga Hadis. Salah satunya terdapat dalam Al-Qur’an surat Al-Luqman ayat 14.

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang tuanya yaitu ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu.”

Dan dalam sebuah hadis, Rasulullah menyebut ibu sebanyak tiga kali sebagai sosok yang paling berhak untuk dihormati dan diperlakukan dengan baik. Maka dari itu seorang perempuan sangat mulia di agama Islam, baik kedudukannya sebagai istri maupun sebagai ibu.

Continue Reading

Coretan Perkaderan

Perempuan Dalam Lingkup Hegemoni Budaya dan Media Massa

Published

on

Oleh: Yunda Putri Anita Sari, Peserta Penataran Kohati Serang Raya

Di era modernisasi sekarang ini media sudah jauh lebih maju dari 20-30 tahun yang lalu. Media yang saat ini sering digunakan yakni teknologi gadget, dari anak-anak hingga orang dewasa pasti bisa menggunakan gadget, karena saat ini seluruh aspek pekerjaan tak lepas dari gadget.

Tidak hanya media yang berubah, budaya pada era ini juga memiliki perubahan disebabkan banyaknya budaya luar yang masuk dan dijadikan sebagai tren masa kini. Namun masih banyak pemikiran bahwa citra perempuan masih berkisar pada 3K (ke dapur, ke sumur, dan ke kasur), yang mana hal ini masih dijadikan argumen oleh orang-orang awam.

RA Kartini sebagai pencetus ‘Kesetaraan Gender’ di Indonesia ingin membuktikan bahwa perempuan bisa terjun ke arah publik dan bisa menyetarakan posisi laki-laki dalam hal politik pemerintahan maupun yang lainnya.

Namun seiring berjalannya waktu, tidak sedikit pula pemimpin perempuan yang ingin menguasai suatu pemerintahan atau bahkan negaranya. Laki-laki dan perempuan mempunyai kesetaraan pada wilayah publik dan domestik tanpa harus mengurangi atau menambah hak keduanya.

Dan bukan berarti berlakunya kesempatan dan hak seseorang, bergantung pada seksualitasnya sebagai perempuan atau laki-laki. Hal yang perlu dipahami adalah keadilan gender merupakan suatu kondisi dan perlakuan yang adil terhadap perempuan dan laki-laki.

Kesetaraan dan keadilan gender adalah agenda agar perempuan dan laki-laki dapat menikmati status yang sama, berada dalam kondisi hidup dan mendapat kesempatan yang sama untuk merealisasikan potensi dan hak asasinya.

Kasus hegemoni budaya yang tertanam dalam pikiran perempuan saat ini ialah, mengenai kecintaannya serta sifat mengagung-agungkan idol negara lain, dibanding kecintaannya terhadap cerita Rasulullah Saw dan para sahabatnya serta para tabi’in. Dan kasus childfree: sebuah keputusan atau pilihan hidup untuk tidak memiliki anak.

Sangat disayangkan dampak dari dua kasus di atas ialah daya fikir perempuan saat ini sudah jauh dari ajaran agama Islam. Mengutip dari beberapa pemikiran teman-teman mengenai kasus ini, yaitu:

  • Kurangnya sosok Uswatun Hasanah yang bisa dijadikan bahan ajar tentang ajaran perempuan dalam Islam
  • Terpengaruh dengan teknologi canggih, yakni gadget atau smartphone
  • Kurangnya peran orang tua, orang sekitar, dan lingkungan dalam pembentukan karakter sejak dini
  • Mengacu life style di era globalisasi hingga menanamkan konsep wanita karier dan berdampak tidak membutuhkan suami ataupun anak dalam hidupnya

Continue Reading

Basic Training

Etos Perjuangan

Published

on

Oleh: Kanda Muhammad Advi Hamidin, Peserta Basic Training HMI MPO Komisariat Untirta Pakupatan

Etos perjuangan adalah sesuatu hal di mana seseorang bisa melampaui batas dirinya, percaya dan yakin untuk bisa lebih dari dirinya yang sebelumnya.

Apakah etos berbeda dengan semangat?

Semangat biasanya di dapat dari faktor eksternal dan etos datang dari internal (diri sendiri).

Tentu jika melihat sejarah Nabi Muhammad SAW kita akan melihat begitu besar perjuangan yang dilakukan oleh nabi kita. Di mana beliau menyebarkan ajaran Islam dari yang dicela dan diserang, harus melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah, ia juga terkadang harus meninggalkan segala kenikmatan yang berada di Madinah, Nabi Muhammad hijrah pada 1 Muharam atau 1 Hijriah.

Etos kerja juga bisa terlihat di dalam kantor, tentu banyak sekali macam-macam orang ada yang biasa saja, ada yang memiliki etos kerja tinggi, biasanya karyawan jenis ini akan meluangkan waktunya di kantor dengan melembur dan mencari kerja sampingan. Jika dibayangkan oleh kita, hal tersebut tentu tidak mungkin, tetapi ia pasti akan berfikir bahwa saya bisa dan akan terus mencoba yang terbaik.

Sebagian pejuang bangsa yang sampai dengan hari ini tetap berkarya, misalnya para prajurit TNI/Polri yang menjalankan tugas di daerah perbatasan. Para guru, bidan, dan dokter yang berbakti di daerah terpencil, serta semua warga dengan profesinya masing-masing yang turut membangun bangsa. Saya melihat elemen-elemen ini mempunyai etos perjuangan.

Dan berbicara perjuangan di Indonesia, dari zaman Soekarno sangat berkobar sekali perjuangan di Indonesia, dan juga perjuangan masing-masing kubu untuk menjaga eksistensi pun semakin terlihat.

Perjuangan juga nampak terlihat dari sosok presiden Turki, yakni Erdogan yang tampak menjaga ketahanan negaranya, sampai ia harus melakukan penyekatan pembelian produk luar dan pernah membela konflik-konflik negara Islam.

Saat seseorang itu berfikir “Saya nih bisa ga yah?” Sebenarnya dia itu sedang ragu, tapi kalau dia mengikuti itu maka ia akan tenggelam di dalamnya dan selalu berpikir bahwa ia selalu salah, tidak pernah benar dan akan selalu insecure. Terkadang kita tidak tahu bahwa jika kita melakukan itu, kita bisa menjadikan diri ini menjadi yang terbaik dan akan terasa manfaatnya.

Saat melihat Takemichi dalam anime Tokyo Revenger, saya juga melihat ada sosok dari seorang yang memiliki etos kerja tinggi yang di mana ia memiliki masa kehidupan yang cukup prihatin, selalu memaafkan orang, selalu mengalah, selalu tidak enakan, dan lambat laun ia dibunuh. Lalu ia tiba-tiba berada di masa lampau di masa SMP-nya, yang di mana itu adalah masa ia menjadi berandalan dan selalu ditindas. Tetapi ia kembali ingat dengan janji pacarnya, ia berusaha sekuat mungkin untuk menyelamatkannya. Panjang sekali perjalanananya mulai dari dihina, diinjak-injak sampai ia menjadi anggota geng terkenal di Tokyo dan memberikan semangat. Pelajaran bisa diambil dari film tersebut jangan pernah menyerah dan ubahlah masa lalu saat ada kesempatan, percaya pada apa kata hati.

Continue Reading

Basic Training

Kepemimpinan

Published

on

Oleh: Kanda Ryan Adam Hidayatullah, Peserta Basic Training HMI MPO Komisariat Untirta Pakupatan

Kita lahir ke dunia ini sebenarnya  diciptakan sebagai seorang Khalifah atau pemimpin di muka bumi, seperti yang dijelaskan dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 30:

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Dari ayat ini berarti kita mempunyai tanggung jawab untuk menjadi pemimpin, yang bisa memimpin ke depannya agar lebih baik.

Bagaimana sih kriteria pemimpin yang baik? Apa dia merupakan sosok yang ditakuti? Atau seperti pahlawan? Atau cerdas?

Beberapa kriteria pemimpin yang ideal adalah bijaksana, amanah, bertanggungjawab, cerdas, tabligh, problem solver (mengatasi masalah), komunikatif, beriman, jujur, konsisten, etos tinggi, semangat, kolaboratif, siap dengan segala resiko, profesional, bisa dipercaya, dan yang paling penting itu bisa mengelola.

Sifat pemimpin ini harus menjadi contoh atau tolak ukur dalam sudut pandang apapun yang mencakup semuanya, yang artinya harus menjadi pemimpin yang bisa menggerakan dan mengarahkan untuk ke depannya agar lebih baik.

Namun apakah kita bisa menjadi pemimpin yang baik? Nyatanya tidak semudah itu.

Jangan sampai pemimpin hanya mementingkan jabatannya saja sebagai pemimpin. Yang diartikan di sini adalah pemimpin yang bukan hanya memerintah saja tapi langsung ikut serta ataupun ikut terjun ke dalam masalah yang dihadapi.

Contoh pemimpin yang baik menurut saya (di luar pemimpin-pemimpin Islam) yaitu Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, beliau merupakan salah satu tokoh pemimpin atau presiden Indonesia yang cukup baik menurut saya, karena dia berhasil mengkonfrontir rupiah menguat tukar nilainya ke dollar. BJ Habibie juga seorang sosok penemu di balik crash/keretakan pesawat terbang yang ia uji.

BJ Habibie menjadi bukti  sebagai salah satu sosok kepemimpinan yang ideal dan mungkin bisa kita tiru,  dengan cara melakukan langkah awal melalui  pendekatan dan mencari tahu sifat, watak, dan cara berfikir yang baik dan benar.  Sehingga  kita bisa mengambil nilai keteladanan moral dan intelektual yang ada pada BJ Habibie yang menjadi pemimpin yang baik.

Continue Reading

Basic Training

Jangan Insecure Jadi Pemimpin

Published

on

Oleh: Kanda Muhammad Abdul Aziz, Peserta Basic Training HMI MPO Komisariat Untirta Pakupatan

Pemimpin, kepemimpinan atau bos identik dengan berbagai jabatan, kekuasaan, uang, dan banyak lagi. Istilah-istilah berkaitan dengan hal di atas adalah hal yang sering didengar atau nyaring menjadi pembahasan di berbagai forum diskusi maupun seminar.

Pertanyaan mendasar apakah kepemimpinan itu hanya identik dengan cara kita memimpin seseorang atau organisasi? Apakah memimpin diri sendiri bukan bagian dari kepemimpinan? Hal itu menjadi pertanyaan mendasar ketika kita membicarakan materi mengenai kepemimpinan.

Selanjutnya pembahasan mengenai materi kepemimpinan ini tentunya ada berbagai kriteria menjalankan kepemimpinan yang baik. Yaitu bijaksana, amanah, bertanggung jawab, konsistensi, dan berbagai kriteria mengenai pemimpin yang lainnya.

Lalu bagaimana sebaiknya kita menyiapkan diri kita untuk menjadi pemimpin yang sesuai dengan kriteria yang baik? Diskusi mengenai kepemimpinan ini mengarah kepada berbagai studi kasus mengenai bagaimana pemimpin negara ini dalam menjalankan roda pemerintahan, tentunya dengan berbagai kriteria baik-buruknya, bagus-tidaknya, tepat dan tidak tepatnya.

Pemimpin negeri kita hari ini dengan berbagai keburukannya membuat kita harus sadar dan belajar agar kita tidak mencontoh hal-hal buruk yang ia lakukan. Selanjutnya compare dengan kriteria pemimpin yang baik di mata forum.

Selanjutnya kita diberi contoh video seorang pemimpin (Film Facing the Giants-Red) yang tidak percaya terhadap dirinya sendiri dan implikasinya terhadap sesuatu yang mereka pimpin.

Lalu seorang pelatih mencoba mendorong pemimpin tersebut dengan cara atau metode yang ia lakukan, agar pemimpin tersebut menemukan kepercayaan dirinya, agar ia tidak membatasi dirinya.

Banyak pesan moral yang bisa kita ambil dalam cuplikan film tersebut, salah satunya agar kita sebagai pemimpin tidak underestimate atau bahasa saat ini insecure dengan diri kita sendiri.

Kesimpulan yang bisa kita ambil adalah Push Your Limit, jangan pernah batasi dirimu sendiri jangan takut dengan apa yang akan kita jalani, jangan takut dengan apa yang kita hadapi selama kita masih sanggup.

Hal tersebut setidaknya menjadikan kita untuk tidak takut kalah dan salah terhadap sesuatu yang akan kita hadapi. Kita harus mampu menjadi pribadi yang mempunyai kualifikasi sebagai pemimpin, yang memang hal fundamental yang harus kita miliki.

Continue Reading

Lagi Trending