Suarahimpunan.com – Mantan Sekretaris Jendral (Sekjen) PB HMI MPO Periode 2020-2022, Zunnur Roin, mengumumkan pencalonan dirinya pada kontestasi pemilihan Ketua Umum PB HMI MPO.
Mengangkat tema ‘HMI Bersemi’, Zunnur mengumumkan pencalonannya seusai pembukaan Kongres XXXIV Pekanbaru, pada Minggu 25 Mei 2025 malam hari.
“Di titik nadir ini, saya meminta Ampun kepada Allah SWT. Saya sedang berusaha membuang habis ambisi negatif atas niat ini, sembari mengusahakan penyeimbangan atas ketidakteraturan dan ketidapastian arah yang membuat kita semua (Warga HMI) berutopia dalam menjalankan keHMIan kita,” tulis Zunnur dalam pernyataan yang diterima Kru LAPMI Kolektif.
Zunnur dalam pernyataannya, menyampaikan kepada seluruh Kader HMI, untuk memungut kembali ide-ide kemajuan yang tercecer, dan kembali merajut persatuan yang menurutnya terhalang oleh kebuntuan dalam memahami persaudaraan HMI.
“Kita akan tularkan aktivisme yang berkarakter dan visible, menyemai ulang ketahanan ideologi dan target perkaderan dan perjuangan yang berdampak,” ungkapnya. Zunnur menjadi bakal calon kedua dari Cabang Pekanbaru, setelah Ahmad.
Dalam dokumen visi-misi yang diterima Kru LAPMI Kolektif, ada sejumlah fondasi yang disiapkan untuk mewujudkan visi HMI Bersemi.
Fondasi pertama yakni Mengelaborasi Tata Kelola HMI Melalui Evaluasi dan Adaptasi yang Progresif.
Dalam fondasi ini, salah satu yang ingin dicapai oleh Zunnur adalah tertatanya struktur organisasi HMI, baik di tingkat Pengurus Besar, maupun di tingkat Komisariat.
Sejumlah program yang akan dilakukan yakni penerbitan Manifesto HMI Paripurna dan pembuatan sistem informasi kader nasional melalui platform HMInterconnect.
Fondasi kedua yakni Mengelaborasi Pembinaan dan Pemberdayaan Kader HMI.
Pada fondasi ini, Zunnur menargetkan pemaksimalan Lembaga Khusus dan Lembaga Kekaryaan yang ada di HMI, guna membina dan memberdayakan kader-kader HMI secara nyata.
Salah satu program yang akan dilakukan yaitu Rekayasa Program HMI Memanggil, yang merupakan suatu gerakan moral organisasional dengan tata gerak yang terstruktur dan sistematis,untuk
melakukan formulasi pembaruan unit struktur yang berstatus khusus maupun kekaryaan di HMI.
Fondasi ketiga yakni Mengelaborasi Perjuangan HMI Melalui Gerakan yang Berdampak.
Fondasi ini menargetkan gerakan HMI yang terstruktur, baik secara langsung di lapangan maupun di dunia digital. Gerakan HMI yang diusung oleh Zunnur menekankan gerakan terorganisir, mulai dari perencanaan hingga capaian nyatanya.
Zunnur juga menargetkan HMI turut aktif dalam berbagai isu multisektor dalam negeri, maupun isu-isu global. Sehingga, hubungan antara HMI dengan pihak eksternal, perlu diperkuat.


Komentar