Jalan Jalan

Mengintip Indahnya Padang Edelweiss Gede Pangrango

Published

on

Long holiday, waktu yang paling dinanti-nanti oleh beribu manusia yang hari-harinya selalu diisi dengan kertas dan terkukung dalam ruang sekian kali sekian meter. Mencari udara segar dan juga pemandangan baru memang adalah hal yang paling cocok untuk mengistirahatkan otak yang penat, belum lagi bagi mereka yang kesehariannya tinggal di kota yang suhunya selalu tinggi. Sekian banyak orang yang tergolong dalam kategori tersebut, memilih untuk bersahabat dengan alam. Begitupun dengan segelintir mahasiswa yang tergabung dalam sebuah lembaga ( Himpunan Mahasiswa Islam) Cabang Serang, yang bernaung dibawah organisasi (MPO) Cabang Serang.
Baca Juga:  Mitos Kebal Hukum Abu Janda, Ketua Umum PB HMI MPO Minta Kapolri Tunjukkan Taji
Pada Rabu (3/7), survivor yang berjumlah 11 orang mulai berangkat dari Serang menuju Cianjur. Jalur yang mereka lewati adalah jalur Gunung Putri yang konon katanya, merupakan jalur terpendek dari jalur lainnya.
Potret survivor setelah mengurus SIMAKSI dan bersiap melakukan pendakian pada pukul 09.53 WIB.
Pendakian dimulai pada keesokan pagi, jalur yang dilalui pun ternyata lumayan memakan waktu dan menguras tenaga. Berhubung cuaca hujan dan hari telah larut serta stamina para survivor mulain menurun, maka tim PAHMI memutuskan untuk mendirikan tenda di bagian Alun-Alun Timur.
Baca Juga:  Ini Keistimewaan yang Dimiliki Perempuan, Menurut Al-Qur’an dan Hadis
Selain itu dikabarkan juga bahwa di pun suhu makin merendah, bahkan ketika beberapa survivor mengambil air di Alun-Alun Barat (Surya Kencana), kabut kian menebal sehingga jarak pandang berkurang.
Tim PAHMI tiba di pos 1 dan disambut dengan tulisan Taman Nasional .
Hal ini pun mengurungkan niat survivor PAHMI untuk terus melanjutkan pendakian ke pada pagi harinya, sehingga diputuskan untuk turun pada waktu menjelang dzuhur pada Jum’at (5/7).
Halaman SebelumnyaHalaman 1 dari 2 Halaman

Lagi Trending