Kabar

Aksi Tolak BBM Bersama Sopir Truk, HMI MPO Cabang Pekanbaru: Tuntaskan Mafia Migas

Published

on

 

PEKANBARU, suarahimpunan.com – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang ditetapkan pada Sabtu (3/9) oleh pemerintah menuai banyak penolakan.

Aksi unjuk rasa pun digelar oleh banyak pihak, termasuk Majelis Penyelamat Organisasi ( MPO) Cabang Pekanbaru yang melaksanakan aksi di depan kantor DPRD Provinsi Riau, Senin (5/9).

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Muhammad Rifki, menilai bahwa kenaikan harga BBM tidak sesuai dengan perekonomian masyarakat saat ini, pasalnya masyarakat masih dalam tahap pemulihan ekonomi pascapandemi.

“Aksi ini merupakan respon MPO Cabang Pekanbaru terhadap kenaikan harga , yang tidak sesuai dengan kondisi perekonomian masyarakat, yang belum pulih akibat pandemi ,” ungkapnya.

Baca Juga:  Katastrofe Krisis Eksistensi HMI

Rifki pun mengatakan bahwa aksi ini juga melibatkan dan elemen masyarakat lainnya.

“Pada aksi kali ini MPO Cabang Pekanbaru turun bersama dengan elemen masyarakat yang terdiri dari dan masyarakat umum,” ujarnya.

Selaras dengan pernyataan Korlap Aksi, Ketua Umum , Gopinda Aditya Putra, menuturkan bahwa kenaikan harga BBM tidak relevan dengan kondisi perekonomian masyarakat saat ini.

Baca Juga:  Ayah Telah Lelap dalam Peluk Semeru, Anak ini Tetap Tegar Menunggu

“Aksi kali ini merupakan pernyataan sikap HMI MPO Cabang Pekanbaru beserta elemen masyarakat, yang meminta dengan tegas menolak kebijakan pemerintah terkait menaikan harga , dikarenakan tidak relevan dengan keadaan ekonomi masyarakat Indonesia hari ini yang masih dalam pemulihan ekonomi,” katanya.

Gopinda juga menekankan agar pemerintah dapat mengusut tuntas Mafia Migas sebagai upaya penyelesaian permasalahan BBM.

Halaman SebelumnyaHalaman 1 dari 2 Halaman

Lagi Trending