Kabar

Bela Warga Wadas, PB HMI MPO Minta Polisi dan Ganjar Bebaskan Warga dan Batalkan Pengukuran Lahan

Published

on

Suarahimpunan.com – Jagat sosial media kini dihebohkan dengan insiden kekerasan terkait pengukuran lahan untuk pertambangan andesit di , Kecamatan Bener, Purworejo.

Dalam video yang beredar, pihak kepolisian melakukan kekerasan dan penangkapan terhadap warga desa pada Selasa (8/2) siang.

Penangkapan warga desa yang dilakukan oleh pihak kepolisian ini mendapat banyak kecaman, sebab hal ini dinilai tidak berdasar.

Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (PB ) pun turut memberi kecaman atas tindakan yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

Baca Juga:  Dilantik, Pengurus HMI MPO Komisariat Ciwaru Langsung Tancap Gas

Ketua Komisi Pemuda dan Kemahasiswaan PB , Kapitang Munaseli, meminta agar warga yang ditahan segera dibebaskan.

“Atas nama Hak Asasi Manusia (HAM), maka kekerasan dan bentuk penangkapan yang sewenang-wenang harus dilawan. Oleh karena itu saya mewakili PB meminta agar pihak kepolisian dan Pak Ganjar selaku Gubernur segera membebaskan warga yang ditangkap,” ujar Kapitang Munaseli dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/2).

Diketahui sebelumnya, pukul 13.00 WIB, tim kuasa hukum dari LBH Yogyakarta tidak diperbolehkan masuk ke , jika tidak membawa surat kuasa. Warga di dalam Masjid dikepung polisi, tidak bisa keluar sedangkan pengukuran masih berjalan.

Baca Juga:  Mata Air Rusak, Sejumlah Petani di Bayah Alami Gagal Panen

Pukul 14.33 WIB sebanyak kurang lebih 25 orang dibawa ke Polres Purworejo termasuk di dalamnya adalah tim kuasa hukum dari LBH Yogyakarta.

Pukul 14.47 WIB, Julian, tim kuasa hukum LBH Yogyakarta berhasil keluar dari Polsek, sementara yang lainnya masih belum diketahui.

Pukul 16.27 WIB tim kuasa hukum LBH Yogyakarta tidak dibolehkan masuk dengan alasan .

(SPT)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Lagi Trending