Kabar

Insiden Wadas, PB HMI MPO Desak Komnas Perlindungan Anak Adakan Trauma Healing

Published

on

Suarahimpunan.com – Insiden yang terjadi di , Kabupaten Purworejo, baru-baru ini meninggalkan trauma bagi warga setempat khususnya anak-anak.

Bagaimana tidak, aparat yang mendatangi setiap rumah warga, merampas perlengkapan hingga penangkapan secara paksa disaksikan langsung oleh seisi rumah.

Berdasarkan video yang beredar, aparat melakukan tindakan yang berlebihan dan intimidatif kepada warga yang menolak penambangan di desa mereka.

Staf Komisi Hukum dan HAM , Pramudya Wardana, angkat bicara soal kasus ini. Ia mendorong Komnas Perlindungan Anak agar memberikan pemulihan psikis kepada anak-anak korban kekerasan aparat.

Baca Juga:  Konflik Desa Wadas, Sekum HMI MPO Cabang Serang: Perlu Ada Kajian Strategis

“Peran Komnas Anak saat ini sangat dibutuhkan untuk memberikan pemulihan terhadap psikis anak yang terdampak bentrokan antara aparat dan masyarakat pejuang di Wadas,” tanggap Pramudya.

“Mengacu pada Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Pasal 15 terkait kehadiran negara beserta pemerintah dalam mengupayakan jaminan hak-hak atas anak,” tambahnya.

Untuk itu, Komnas HAM dan Anak sejatinya harus lebih tegas dan sigap untuk menangani kasus yang tidak humanis di .

“Berkaitan dengan traumatik yang dirasakan oleh anak akibat kebiadaban APH (polisi) sebagai cover pengayoman, maka sangat dibutuhkan pemulihan psikis bagi anak di ,” ungkap Pramudya.

Baca Juga:  Persentase Presidential Threshold Dinilai Cederai Demokrasi, PB HMI MPO Layangkan Gugatan pada MK

Tak hanya anak, pemulihan psikis juga harus didapatkan orang dewasa. Karena diduga, ada sejumlah warga yang ketakutan dan memilih untuk kabur dari rumah hingga ke hutan, dan kini belum pulang ke rumah.

Selanjutnya, ia juga menyampaikan bahwa anak-anak di wilayah dapat berpotensi mendapat labeling negatif yang kurang baik dari lingkungan di luar Wadas, sebagai efek perlawanan masyarakat Wadas.

Halaman SebelumnyaHalaman 1 dari 2 Halaman

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Lagi Trending