Kabar

ACT Banten Distribusi 50 Ton Logistik ke Pengungsian Erupsi Semeru

Published

on

SERANG, suarahimpunan.com – Erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12) meluluh lantahkan desa di sekitarnya. Dalam rilis pikiran-rakyat.com yang diunggah pada Selasa (14/12) dinyatakan bahwa 48 orang meninggal dunia dan 2.004 orang menjalani rawat jalan.

Duka Semeru adalah duka Indonesia. Dalam rangka membantu korban erupsi Gunung Semeru, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Regional Banten berkolaborasi dengan berbagai elemen untuk menyalurkan bantuan.

Pelepasan bantuan kemanusiaan ini dilakukan di Masjid Raya al-Bantani, Serang, Banten pada Jum’at (17/12) sekitar pukul 13.00 WIB dan diiringi rintik hujan. Pelepasan bantuan ini pun turut dihadiri perwakilan MUI dan DKM Masjid Raya al-Bantani. Pengiriman logistik ini dikawal oleh Satpol PP, JNE, serta Denpom TNI.

Direktur ACT Regional Banten, Ais Komarudin, mengatakan bahwa bantuan yang didistribusikan adalah hasil donasi dari seluruh masyarakat Banten yang dinamai ‘Dermawan Banten’.

“50 ton sebenarnya terlalu kecil untuk warga Banten. Karena warganya tidak tahan melihat saudaranya mengalami musibah,” ujarnya.

Ais juga menuturkan bahwa bantuan yang dikirimkan berupa pangan dan juga pakaian yang masih baru.

“Bantuan yang kita hadirkan adalah pangan untuk orang dewasa dan anak-anak. Baju juga tidak ada yang bekas. Kita memuliakan mereka dengan baju-baju baru,” tuturnya.

Ais menyebut bahwa ACT Regional Banten mengirimkan enam orang relawan dengan jangka waktu kurang lebih lima hari.

“Kami ada satu armada yang akan berangkat, saya kirim kurang lebih enam orang. InshaAllah mereka akan ada di sana kurang lebih lima hari ya, karena mereka juga akan melaporkan ke mitra lainnya dan meng-assessment kebutuhan di sana, dan akan sangat mungkin bertambah waktunya,” terangnya.

Ais mengatakan bahwa bantuan dari Dermawan Banten akan didistribusikan di beberapa posko yang dijadikan tempat pengungsian. Pun pihaknya telah menyediakan tim Quality Control (QC) untuk menyortir logistik sebelum disalurkan, dikhawatirkan ada barang yang sudah kadaluarsa.

“Bantuan tersebut bakal diterima di posko-posko pendistribusian bantuan logistik ACT. Di sana ratusan relawan ACT yang bertugas bakal menyortir dan mendistribusikan bantuannya sesuai dengan apa yang dibutuhkan para penyintas,” terangnya.

Deputi Regional ACT Banten, Suriadi, menuturkan bahwa di samping pendistribusian bantuan berupa pakaian dsn pangan, ACT juga akan membangun hunian terpadu sementara atau interconnected community shelter..

“Kami sudah mendapat izin dari Bupati Lumajang untuk membangun hunian terpadu sementara di lahan seluas 1 hektar di Desa Sumbermujur, Candipuro,” tandasnya.

(SPT)

Lagi Trending