Kabar

Omnibus Law Inkonstitusi, Begini Nasib LH Banten ke Depan

Published

on

Diskusi Publik UU Cipta Kerja bertajuk 'Menilik Putusan Mahkamah Konstitusi: Bagaimana Masa Depan Lingkungan Hidup Banten' di Resto and Cafe Umah Kaujon Kota Serang, Senin (20/12).

SERANG, suarahimpunan.com – Penolakan Omnibus Law masih dilakukan hingga mengajukan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi (MK). Dalam putusan nomor tentang pengujian formil UU No 11 tahun 2020 dinyatakan bahwa UU Cipta Kerja bersifat ‘ bersyarat’.

ini pun menjadi sorotan di berbagai kalangan masyarakat. Tentunya putusan MK ini akan berdampak terhadap kebijakan di segala sektor, terutama sektor lingkungan hidup dan ancaman-ancaman lainnya yang akan menghampiri.

Baca Juga:  Dua Kali Didemo, Pemkot Serang Sampaikan Surat Aspirasi

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia () Jakarta, , serta beberapa lembaga kemasyarakatan di Banten menggelar diskusi publik UU Cipta Kerja dengan tajuk ‘Menilik Putusan Mahkamah Konstitusi: Bagaimana Masa Depan Lingkungan Hidup Banten’.

Diskusi yang dilaksanakan pada Senin (20/12) berlokasi di Resto and Cafe Umah Kaujon, Kota Serang, Banten ini menghadirkan narasumber dan penanggap yang ahli di bidangnya.

Di antaranya adalah Satria Manggala dari WALHI Eksekutif Nasional dan Mad Haer Effendi dari sebagai narasumber. Henri Nochi perwakilan Aliansi (AMAN) Banten Kidul, Doif dari Sarekat Perjuangan Rakyat () Padarincang, dan Edi Suriana perwakilan Forum Masyarakat Peduli Lingkungan (Formapel) Suralaya sebagai penanggap.

Baca Juga:  Heboh Youtuber Jadi Soal Ujian SD, Niduparas : Tidak Salah, Yang Salah Cara Berfikir Kita
Halaman SebelumnyaHalaman 1 dari 4 Halaman

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Lagi Trending