Kabar

Konflik Lahan PTPN XIV di Luwu Timur, DPD RI Sanggupi Aspirasi PB HMI MPO

Published

on

 

Suarahimpunan.com – PTPN XIV Unit Usaha PKS Luwu diduga melakukan penyerobotan lahan yang dikelola masyarakat di Desa Pancakarsa dan Wonorejo di Kecamatan Mangkutana dan Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Konflik yang terjadi antara masyarakat setempat dengan pihak PTPN telah disampaikan pada Ketua , AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Aspirasi ini disampaikan oleh Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (PB MPO).

Wasekjend PB MPO, Muhammad Aldiyat Syam Husain, menuturkan bahwa masyarakat tidak diuntungkan dengan kehadiran PTPN XIV.

“Kami menyampaikan aspirasi masyarakat yang selama ini merasa kurang diuntungkan dengan hadirnya PTPN XIV. Telah terjadi penyerobotan lahan milik masyarakat oleh perusahaan pelat merah tersebut,” ujarnya, Kamis (22/9).

Baca Juga:  HMI Incar Kursi Walikota Tangerang

Aldiyat berharap konflik lahan tersebut menjadi perhatian bersama oleh agar segera dapat terselesaikan. Ia juga mendorong dan mengawal penguatan , sehingga lembaga benar-benar menjadi representasi kepentingan rakyat dan daerah.

“Bila perlu, DPD RI turut menghadirkan pihak pemerintah setempat, perusahaan dan masyarakat terdampak untuk penyelesaian konflik tersebut,” harapnya.

Sementara itu Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menegaskan bahwa pihaknya akan mengkaji terlebih dahulu melalui Komite terkait.

Baca Juga:  Kadinkes Kota Serang Klarifikasi Soal Ogah Fogging karena Mahal

“Kita pelajari dan kita kaji dari data-data yang ada. Yang pasti kami berterimakasih telah menyampaikan aspirasi kepada kami. Kami akan bantu karena memang sudah kewajiban kami memperjuangkannya, sesuai tugas pokok dan fungsi DPD sebagai representasi daerah,” katanya.

LaNyalla juga menuturkan bahwa jika diperlukan Komite terkait, DPD RI juga akan membentuk tim kerja untuk mengkaji lebih lanjut konflik ini.

Halaman SebelumnyaHalaman 1 dari 2 Halaman

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Lagi Trending