Kabar

Oknum DPRD Kabupaten Bima Dituding Arogan, HMI Desak Sanksi Pembinaan

Published

on

Belum lama ini, DPR Kabupaten Bima dari Fraksi secara tersirat menunjukkan sikap feodalisme dengan menyikapi aspirasi dan kritikan masyarakat Kabupaten Bima dengan sangat arogansi dan tidak memiliki etika sedikit pun sebagai dewan.

 

Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Himpunan Mahasiswa Islam Badan Koordinasi Bali dan Nusa Tenggara, Salahudin, mengatakan bahwa ini adalah sebuah kecacatan sejarah dalam internal DPRD Kabupaten Bima berinisial ‘F’ yang menyerang secara membabi buta. Kejadian tersebut terjadi ketika salah seorang pemuda asal Desa Risa melakukan kritikan terhadap sikap dan kinerja DPRD tersebut.

Baca Juga:  Harga BBM Naik, HMI MPO: Inflasi Bisa Capai 9,6 Persen

 

“Secara gamblang oknum DPRD tersebut mengeluarkan komentar dengan arogan dan itu sama sekali tidak mencerminkan dirinya sebagai wakil rakyat,” tuturnya.

 

Ia juga mengungkapkan bahwa tidak hanya sebatas itu, oknum DPRD tersebut dengan sengaja melibatkan kroni-kroninya, untuk menyerang psikologi salah seorang masyarakat yang melakukan kritikan tersebut dengan berbagai macam bahasa yang tidak pantas bahkan ungkapan ancaman pun dilontarkan.

 

“Hal tersebut ditandai dengan beberapa muatan status kroni-kroninya yang dimuat di media sosial. Sangat tidak etis dan tidak layak untuk dibaca,” ungkapnya.

Baca Juga:  Rawat Intelektual Mahasiswa, BEM STAIMI Depok Gagas Program LOW

 

Ia menegaskan, hal tersebut adalah bentuk kecacatan dalam sejarah demokrasi karena pada hakikatnya DPRD yang sejatinya dari rakyat dan untuk rakyat seharusnya bisa lebih bijaksana dalam menanggapi kritikan masyarakat bukan malah arogansi dan membunuh nalar kritis masyarakat.

 

“Seharusnya kritikan masyarakat tersebut ditanggapi dengan baik dan bijaksana bukan malah baperan dengan mengeluarkan bahasa yang tidak pantas diucapkan oleh seorang oknum dewan yang sejatinya sebagai representasi masyarakat dan itu sangat saya sesali,” jelasnya.

Halaman SebelumnyaHalaman 1 dari 2 Halaman

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Lagi Trending