Literatur

Haji dan Qurban: Kepasrahan dan Ketundukan

Published

on

Pertanyaannya: lalu bagaimana sikap mereka ketika di luar ibadah haji?. Sayang seribu sayang, kepasrahan, ketundukan dan ketaatan total kepada Allah Swt terkadang tidak muncul pada sebagian mereka ketika melakukan aktivitas lain di luar ibadah haji. Misalnya, masih dapat menemukan di antara kita seorang muslim yang menanggalkan kepasrahan, ketundukan, dan ketaatannya pada Allah Swt saat melakukan aktivitas yang mengandung unsur riba. Ia tetap melakukan aktivitas riba hanya demi mengambil secuil keuntungan meskipun Allah telah mengharamkan. Bagi sebagian muslim, muamalah ribawi yang melibatkan perbankan, asuransi lembaga leasing atau yang serupa adalah seolah menjadi kebutuhan dan gaya hidup. Yang lebih parah, pemerintah adalah pelaku riba terbesar.
Baca Juga:  Kamu Pilih Hati atau Kompetensi?
Bagaimana tidak? Penguasa negeri ini seakan kecanduan utang, dan terus menerus menumpuk utang luar negeri yang sangat tinggi. Bank Indonesia (BI) merilis bahwa pada Triwulan II pada tahun 2016 utang luar negeri Indonesia mencapai Rp 4.281 triliun (tempo.co 23/8/2016), utang luar negeri terus meningkat hingga tahun 2021 mencapai Rp 6.023 triliun. (dikutip dari liputan6.com) Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir Mei 2021 tercatat sebesar Rp 6.023 triliun atau USD 415 miliar. Angka ini turun 0,6 persen (mtm) dibandingkan dengan posisi ULN April 2021 sebesar Rp 6.061 triliun atau USD 417,6 miliar.
Baca Juga:  Ingatlah Penguasa, Air Mata Ibu Itu Mahal
Hal tersebut diungkapkan Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Erwin Haryono. Dia menjelaskan turunnya utang luar negeri Indonesia ini terutama didorong oleh penurunan posisi ULN Pemerintah. “Posisi Utang Luar Negeri Indonesia pada akhir Mei 2021 sebesar USD 415 miliar,” kata dia, Jumat (16/7/2021).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Lagi Trending