Literatur

Jangan Ganggu Pengendara Lain

Published

on

Oleh: Yunda Irat Suirat, Kabid Infokom Cabang Serang

Hallo, bagaimana kabarmu hari ini? Semoga baik-baik saja ya. Oh iya, bolehkan aku meminta sedikit waktu luangmu untuk membaca tulisan ini? Jika saat ini kamu sedang sibuk, kamu bisa menyimpannya terlebih dahulu, untuk nanti kamu baca saat senggang.

Jangan lupa untuk tetap jaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan, apa lagi kalau kamu hendak bepergian keluar, tetap gunakan masker ya. Meskipun terlihat aman, belum tentu benar-benar aman, menjaga kesehatan itu harus dimulai dari diri sendiri. Kamu kalau bepergian, menggunakan maskerkan?

Kalau berkendara maskernya jangan dilepas ya, apalagi kalau kamu berkendara sambil menikmati sebatang rokokmu. Iya aku paham, kamu mengantuk karena habis bepergian jauh, jadi sebagai antisipasi kamu merokok, agar menyetirnya lebih fokus. Atau bisa jadi itu hanya sebagai selingan karena kamu bosan dan, oh iya aku ingat satu alasan itu “Asem banget mulut kalau nggak ngerokok.”

Tapi bisa tidak sih kalau ngerokoknya itu ditunda dulu? Nanti saja setelah kamu sampai ke tujuan, atau bisa juga kamu istirahat terlebih dahulu untuk merokok.

Merokok saat berkendara, itu mungkin bukan masalah besar untukmu. Tapi akan menjadi masalah untukku dan juga pengendara yang lain. Tanpa kamu sadari, asap rokokmu itu menganggu loh. Asap rokok yang keluar dari mulutmu itu terkadang tiba-tiba melintas di depan wajah pengendara lain. Mungkin kamu berpikir “Kenapa nggak ditutup aja kaca helmnya?” Tidak semua orang nyaman menutup kaca helm saat sedang berkendara loh, contohnya kamu dan aku juga tidak nyaman kan menutup kaca helm saat berkendara? Karena banyaknya goresan-goresan yang terkadang itu mengganggu konsentrasi.

Baca Juga:  LMND dan HMI MPO Kecam Represifitas dan Brutalitas Aparat

“Ah, asap mah lewat doang kali, nggak lebih. Lebay amat!” Hey, bukan cuma asapmu yang mengganggu, tapi ada yang lebih membahayakan lagi. Yaitu abu rokok yang kamu buang sembarangan di sepanjang jalan.

Kamu tahu? Abu rokok yang tertiup angin itu tidak langsung jatuh ke dasar jalan loh, tapi beterbangan bebas terbawa angin, bisa saja dia terbang ke tempat yang tepat, dan tidak menutup kemungkinan untuk abu rokok terbang ke tempat yang tidak tepat, contohnya ke mata pengendara lain.

Kamu tahu? Beberapa tahun lalu terjadi peristiwa mata seorang pengendara terkena abu rokok yang masih ada baranya, lalu apa yang terjadi? Tentu saja korban mengalami luka yang sangat serius di daerah matanya bahkan pembuluh darah pada matanya pecah. Coba kamu bayangkan jika kamu atau anggota keluargamu, teman dekatmu atau bahkan kekasih yang sangat kamu sayangi menjadi korbannya.

Apakah kamu akan tetap menganggap sepele dan membuang abu rokok sembarangan?
Selain peristiwa itu, terdapat banyak akibat lain
Silahkan renungkan sendiri. Sambil kamu merenung, aku mau sedikit memberikan informasi yang juga aku baca di internet.

Dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas, terdapat aturan larangan , bagi yang melanggar akan dikenai denda maksimal Rp 750 ribu atau hukuman pidana 3 bulan penjara. Selain itu, dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor, terpampang jelas bahwa itu sangatlah dilarang, karena merokok sambil berkendara dapat membahayakan diri sendiri dan juga orang lain.

Baca Juga:  Wacanakaan Salat Taubat Berjamaah, HMI MPO Minta Pemkot Serang Taati Aturan

Selain asap dan juga abunya yang dapat mengganggu pengendara lain, ada bagian lain lagi dari rokok yang dapat berdampak buruk, yaitu puntung rokok. Yap, puntung rokokmu itu bisa mengotori lingkungan, karena sekecil apapun puntung rokok, itu tetaplah sampah, apalagi jika rokok yang kamu konsumsi itu mengandung plastik pada filternya. Terlebih jika dalam puntung rokok yang kamu buang itu masih terdapat bara api, hal tersebut bisa memicu terjadinya kebakaran.

“Elah, puntung rokok sekecil itu mana mungkin bisa menyebabkan kebakaran! Berlebihan amat.”
Yap, mungkin di Indonesia kasus kebakaran karena puntung rokok itu jarang terdengar, atau bahkan kamu belum mendengarnya. Tapi, apakah kamu pernah mendengar kebakaran hutan yang terjadi di Australia?

Aku ceritakan sedikit yaa. Berdasarkan artikel yang aku baca, sepanjang tahun 2019 jutaan hektar hutan terbakar hebat, dan diantara banyak penyebab yang teridentifikasi adalah puntung rokok. Atas dasar kejadian itu pula negara bagian New South Wales (NWS) salah satu daerah yang terdampak kebakaran hebat mengeluarkan aturan bagi pengemudi yang ketahuan membuang puntung rokok dari jendela mobil akan dikenakan tilang dengan denda sebesar AU$ 11.000 atau lebih dari Rp 106 juta.

Hai para penggemar rokok, maaf jika tulisan ini menyinggung perasaanmu. Sungguh dari benakku yang paling dalam tidak ada niatku untuk menyinggung atau bahkan melarangmu merokok. Kamu merokok itu hakmu, tapi tolong merokoklah ditempat yang tepat. Jangan lagi merokok saat kamu berkendara, hal itu dapat membahayakan orang lain. Bagaimana kalau nanti aku yang jadi korbannya, apa kamu tega?

Terimakasih banyak, salam hangat 🙂

Lagi Trending