Literatur

Karena Tuhan Mempunyai Takdir Yang Indah

Published

on

Oleh: Kanda Nur Ahdi Asmara, Kader Cabang Serang Sering kali kita membandingkan apa yang telah kita capai dengan pencapaian orang lain. Melihat bahwa perkembangan orang lain selalu lebih baik, dan merasa kecewa terhadap apa yang ada pada diri sendiri. Membuat persepsi pencapaian yang terlalu tinggi, dan selalu ingin sama dengan orang lain. padahal, standar pencapaian manusia sangatlah berbeda-beda, hal tersebut dapat kita buktikan dengan melihat beberapa contoh berikut:
  1. Ada orang yang sukses di usia 15 tahun, akan tetapi Tuhan mengambilnya di usia 30 tahun;
  2. Ada orang yang sukses di usia 30 tahun, tetapi Tuhan mengambilnya di usia 60 tahun;
  3. Kemudian ada pula orang yang sukses di usia 50 tahun dan Tuhan mengambilnya di usia yang sama.
Baca Juga:  Shalat yang Cuma Jengking
Beberapa contoh di atas, menggambarkan dengan jelas bahwa standar pencapaian seseorang sangatlah berbeda, tidak bisa disamaratakan dengan siapapun. Maka dari itu, sudah seharusnya kita mengubah pola pemikiran tentang standarisasi pencapaian. Dengan menggunakan pola bergerak dan renggut tantangan, resiko, rasa kecewa, bahkan keputusasaan yang ada di depan. Dari beberapa tekanan yang akan kita alami di masa depan, pasti akan membuat kita paham tentang arti sebuah perjuangan, menyadarkan arti dari sebuah pengorbanan, sehingga lebih berusaha dalam mengedepankan rasa syukur, sabar dan tentunya mengajarkan tentang keikhlasan.
Baca Juga:  Positif Covid-19 adalah Takdir
Jadi menurutku, biarlah Tuhan yang menentukan standar pencapaian hidup di dunia. Kita hanya perlu menjalani kehidupan dengan rasa syukur atas apa yang telah dicapai sampai hari ini.
Halaman SebelumnyaHalaman 1 dari 2 Halaman

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Lagi Trending