Literatur

Krisis Multidimensi, Sudahkah Indonesia Merdeka?

Published

on

Oleh: Arif Firmansyah, Ketua Umum MPO Komisariat Dirgahayu Republik ke 76: Tangguh, Tumbuh. Tema yang diusung dalam merayakan kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini. Saya tidak tahu apa makna yang terkandung dalam tema tersebut, mungkin maksudnya untuk memotivasi rakyat Indonesia agar tetap semangat, optimis, dan pantang menyerah dalam menghadapi krisis bangsa Indonesia pada berbagai sektor baik ekonomi, politik, sosial, budaya, dan kesehatan. Mari kita mencoba menguliti arti dan kemerdekaan, dari beberapa .
Baca Juga:  16 Hari Hafal Juz 30? Pasti Bisa Dong
Menurut KBBI: adalah bebas (dari perhambaan, penjajahan), berdiri sendiri atau independen dan lain sebagainya. Kemerdekaan dalam bahasa Arab disebut al-Istiqlalu, ditafsirkan sebagai: “al-Taharrur wa al-Khalash min ayy Qaydin wa Saytharah Ajnabiyyah(bebas dan lepas dari segala bentuk ikatan dan penguasaan pihak lain). ATAU “al-Qudrah ‘ala al-Tanfidz ma’a In‘idam Kulli Qasr wa ‘Unf min al-Kharij(kemampuan mengaktualisasikan diri tanpa adanya segala bentuk pemaksaan dan kekerasan dari luar dirinya). Definisi lain ditemukan dalam laman Wikipedia, tertulis arti kemerdekaan bahwa: Kemerdekaan merupakan keadaan suatu bangsa atau negara yang pemerintahannya diatur oleh bangsanya sendiri tanpa intervensi pihak asing. Kemerdekaan suatu negara erat kaitannya dengan kedaulatan terhadap wilayah teritorial negara. Singkatnya, kemerdekaan adalah terbebas dari berbagai macam intervensi baik itu dari kelompok atau bangsa tertentu. Dari uraian sebelumnya muncul pertanyaan apakah Indonesia benar-benar 100%? Ataukah kemerdekaan yang diraih ternyata bersifat semu dan tidak semua kalangan rakyat Indonesia merasakan kemerdekaan?
Baca Juga:  Keistimewaan Wanita Shalihah: Mampu Menyeimbangkan Kodrat dan Karirnya
Halaman SebelumnyaHalaman 1 dari 4 Halaman

Lagi Trending