Literatur

Latah Berjudi Saat HARBOLNAS

Published

on

Jika jawabannya ada, maka kondisi ekonomi pada diri kita maupun pada tatanan negara sedang tidak baik-baik saja apabila perilaku riba yang justru menjangkit dianggap lumrah maka secara tidak langsung pelakunya sudah mendeklarasikan perang terhadap Allah dan Rasul-Nya. Seperti yang dikutip dalam surat al-baqarah ayat 278-279 : يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَذَرُوْا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبٰوٓا اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ فَاِنْ لَّمْ تَفْعَلُوْا فَأْذَنُوْا بِحَرْبٍ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖۚ “278. Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba jika kamu orang beriman. 279. Jika kamu tidak melaksanakannya, maka umumkanlah perang dari Allah dan Rasul-Nya.”
Baca Juga:  Hari Ini Berjuang, Esok Raih Kemenangan
Kawan-kawanku semua yang berbahagia. Pada kesempatan kali ini penulis tidak terlebih dahulu membahas secara mendalam tentang riba. Tetapi pada kesempatan ini penulis ingin mengingatkan bahayanya perjudian yang dianggap lumrah, yang dianggap wajar oleh masyarakat Indonesia. merupakan singkatan dari Hari Belanja Online Nasional yang banyak dimeriahkan pada tanggal 12 Desember. Pada momen ini banyak sekali diskon, promo menarik hingga berbagai layanan seperti gratis ongkir dsb yang memanjakan konsumen. Namun mirisnya, ada promo yang berkembang justru di luar kaidah Islam.
Baca Juga:  Refleksi Sumpah Pemuda, Reaktualisasi Konsep Gerakan Di Era Milenial
Kendati seperti itu yang lebih mengkhawatirkan adalah masih banyaknya peminat/pembeli yang menyukai promo seperti itu. Entah karena ketidak tahuannya, atau karena minimnya ilmu fiqih muamalah diantara mereka atau karena kesengajaan disebabkan kecenderungan pada keuntungan duniawi tanpa mempertimbangkan tuntutan syariat. Kita semua sepakat bahwa adalah haram sebagaimana firman Allah SWT berikut :

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Lagi Trending