Literatur

Paket Jatuh Cinta

Published

on

Apa kabar Indonesia saat ini? Bangsa yang katanya memegang teguh akronim “Jas Merah” tapi ternyata beberapa sejarah justru hilang dari peradaban, dan sekarang bahkan muncul kalimat “Sejarah itu milik para pemenang, siapa yang menang maka dia akan mampu mengendalikan sejarah.” Mengapa bisa muncul kalimat seperti itu? Silakan ikuti alur kehidupan negara ini dan jangan lupa baca buku-buku sejarah. Kembali ke veteran… Iya, mungkin akan sangat kerepotan sekali jika seluruh veteran harus diberikan fasilitas yang sangat luar biasa. Harus ditulis dan dinobatkan sebagai pahlawan yang turut andil dalam merebut kemerdekaan, karena sampai hari ini sangat banyak dari mereka (veteran) yang sedang memperjuangkan -lagi- masa tuanya.
Baca Juga:  Krisis Multidimensi, Sudahkah Indonesia Merdeka?
Seseorang akan berkata “Tapi veteran banyak banget, dan para pejuang kemerdekaan itu tidak bisa dihitung jari, dan tidak semua dari mereka berjuang sampai titik darah penghabisan, ada yang mereka memang hanya berjuang sekali atau dua kali saja. Ada juga dari mereka yang hanya menyaksikan pertempuran saja.” Oke, sudah kukatakan tadi bahwa akan “kerepotan” jika harus menulis dan menobatkan seluruh pejuang kemerdekaan sebagai pahlawan di negara ini. Maka dari itu mari kita lihat hal-hal yang baru deh, mereka yang belum tua-tua amat, mereka yang lahir pasca-kemerdekaan yang memberikan kontribusi lebih dari orang-orang pada umumnya.
Baca Juga:  HMI MPO Unbaja Tolak Pelonggaran Limbah Berbahaya
Kamu pernah dengar, para pejuang dan pemenang piala perunggu, emas, dan kejuaraan lainnya di masa mudanya yang kini hanya menjadi warga biasa, tanpa dipedulikan oleh negara? Padahal di masa muda, mereka menghabiskan waktu untuk membanggakan bangsa ini, mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Lagi Trending