Literatur

Pencitraan VS Kepercayaan, Daya Tarik Suara Massa

Published

on

 

Oleh: Kanda Nedi Saputra, Bidang Kaderisasi Komisariat Ciwaru

Salam perjuangan kawan!
Menjadi baik ketika mencalonkan diri sebagai ketua umum atau wakil ketua umum, ini menjadi hal yang sangat menarik, karena tidak hanya di tataran kampus, di tataran desa, kabupaten/kota, daerah bahkan negara.

Banyak orang yang berusaha merebut , ini tidak salah, hanya saja ini menjadi hal yang sangat menarik bagi saya. Apalagi biasanya ini mengarah ke hal-hal positif, bayangkan saja jika ini berlangsung selamanya, kayanya udah pada sejahtera warganya.

Begitupun dengan kondisi pemilihan umum raya (PEMIRA) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), membuat orang-orang yang mau mencalonkan diri sebagai ketua BEM, DPM bahkan ke HMJ berlomba-lomba menghimpun yang berlabuh pada banyaknya suara.

Baca Juga:  Jurus mengkhatamkan Al-Qur'an di Bulan Ramadhan

Saat ini sedang marak-maraknya untuk mencari sehingga banyak yang melakukan pencitraan-pencitraan dari berbagai bidang, yang tadinya orangnya cuek jadi ga cuek, yang tadinya bikin status atau story medsos kurang bermanfaat sekarang mulai bikin yang bermanfaat, pencitraan yang seperti itu artinya untuk mengalihkan orang kepada kita.

Padahal pencitraan itu bukan seperti yang disebutkan di atas. Tetapi pencitraan itu adalah pembuktian, artinya terbukti bahwa pada diri orang tersebut terlihat memiliki kemampuan dan kejujuran sehingga dapat dipercaya menduduki bidang/jabatan. Hal ini dapat dilihat dari sepak terjangnya sehari-hari, seperti ada nilai kejujuran dan kemampuan pada dirinya, orang banyak tahu bahwa dia orang yang mampu, jujur, dan terpercaya.

Baca Juga:  Al-Qur’an: Pedoman Hidup Manusia

Tanpa kita sadari, ternyata yang namanya kepercayaan itu sangat sentral dalam kehidupan ini, dia menjadi alat ukur dan urat nadi kehidupan. Kalau orang percaya atas kemampuan dan kejujuran kita, barulah orang mau mempercayakan jabatan atau bidang tertentu kepada kita.

Maka modal kepercayaan ini sangat luar biasa, ini menjadi tolak ukur kesuksesan kita dalam karir di masa depan. Dan untuk itu mari kita tingkatkan kualitas diri kita agar orang lain bisa mempercayai kita, baik sebagai atau apapun itu yang sifatnya mempercayai kita akan sesuatu hal.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Lagi Trending