Literatur

PEREMPUAN: KASUR, SUMUR, DAPUR?

Published

on

Pun penulis pernah mengikuti sebuah forum, dan disinggung bahwa 75% kecerdasan seorang ibu akan menurun pada anaknya. Maka dari itu jadilah perempuan yang cerdas, agar kelak dapat melahirkan generasi-generasi yang cerdas. Tapi saya takut kalau bersanding dengan perempuan cerdas. Saya takut kalau nantinya dia akan lebih mendominasi.” Hmm, perempuan yang sejatinya benar-benar berpendidikan pastinya tahu betul bagaimana cara menghargai orang lain. Kalaupun pernyataan di atas benar-benar terjadi, artinya ada yang salah.  Entah pihak lelaki yang kurang tegas atau pihak perempuan yang meninggikan ego, ini kembali pada masalah karakter masing-masing pihak.
Baca Juga:  Uang Palsu Beredar? Ini Dampaknya
Jangan memandang rendah perempuan yang sedang menempuh , jangan jatuhkan semangat mereka dengan pernyataan-pernyataan yang telah dibahas sebelumnya. Tanggungjawab seorang perempuan terhadap peradaban jauh lebih besar, sebab dalam rahimnya akan dititipkan anak yang kelak menjadi generasi penerus. Pun sebagai seorang lelaki, jangan pernah takut jika bersanding dengan perempuan yang berpendidikan. Sebagaimana telah disinggung sebelumnya bahwa perempuan yang benar-benar berpendidikan pastinya tahu betul cara menghargai orang lain.
Baca Juga:  Democratic Policing: Polisi dan Demonstran
Benahi pola pikir yang keliru Perempuan bukan hanya objek pemuas nafsu Bukan pula subjek untuk disuruh-suruh Melainkan perempuan adalah poros peradaban dunia. Tetap semangat untuk siapapun yang sedang menempuh !!! Sebuah catatan untuk diri sendiri dan khalayak ramai. Terima kasih telah membaca hingga tuntas
Halaman 2 dari 2 HalamanHalaman Selanjutnya

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Lagi Trending