Literatur

Terapan Konsep Kesehatan Jiwa Imam Al-Ghazali

Published

on

Mengkategorisasikan dari pemikiran , dilihat sebagai model yang terdiri dari kekokohan aqidah, terbebasnya dari penyakit hati, berkembangnya yang mulia, terbinanya adab yang baik dalam hubungan sosial, dan tercapainya kebahagiaan dunia dan akhirat. 

A. Kekokohan Aqidah
Aqidah adalah dasar dari kehidupan manusia. Mereka yang memiliki aqidah yang kuat mengetahui tujuan hidup. Hal ini dapat dilihat dalam QS Ar-Ra’d ayat 28, ayat ini menjelaskan bahwa aqidah berperan dalam .Bagi orang yang beriman, mengingat Allah SWT merupakan hal yang dapat menenteramkan hati apabila mengalami masalah psikologis, kegoncangan, musibah dan sebagainya.

Baca Juga:  Tenggat Waktu Lewat Jauh dari Ultimatum, Badko Jabagbar Gertak Sambal?

B. Bebas dari Penyakit Hati
Mereka yang memiliki terbebas dari penyakit hati. Dengan terbebasnya manusia dari penyakit hati, maka ia dapat hidup lebih realistis dan damai. Jika mengobati penyakit tubuh adalah dengan mempertemukan sesuatu dengan lawannya, maka demikian pula dalam penyakit hati. Hal itu berbeda untuk setiap individu, karena watak itu berbeda-beda. 

C.
Mereka yang hidup dengan mempraktikkan memiliki kesehatan yang lebih baik. bersumber dari jiwa seseorang yang menghasilkan tindakan-tindakan nyata dalam kehidupannya. Menurut Al-Ghazali mengacu pada keadaan batin manusia (ash-shuratal-bathina), dan merupakan perilaku yang menetap dan meresap dalam jiwa yang menumbuhkan perbuatan-perbuatan yang timbul dengan wajar dan mudah tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan yang banyak. Al-Ghazali menjelaskan akhlak adalah suatu perangai, watak, atau tabiat yang menetap kuat dalam jiwa seseorang dan merupakan sumber timbulnya perbuatan tertentu dari dirinya, secara spontan, tanpa perlu dipikirkan atau atau direncanakan sebelumnya.

Baca Juga:  Budaya Tahlilan dan Silaturahmi, Menghibur Keluarga yang Ditinggalkan

Apabila tabiat tersebut menimbulkan perbuatan yang positif menurut akal dan syara’ maka tabiat tersebut dinamakan akhlak baik, sementara jika tabiat tersebut menimbulkan perbuatan yang negatif maka disebut akhlak yang buruk.

Halaman 2 dari 2 HalamanHalaman Selanjutnya

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Lagi Trending