Connect with us

Cerpen

Bukan Cerita KKM Mistis

Published

on

Oleh: Kanda Ahmad Robiyana, Kader HMI MPO Komisariat Untirta Pakupatan

PART 1

KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) merupakan sebuah mata kuliah wajib di Perguruan Tinggi. Ada dua jenis KKM ini yakni Mandiri dan Tematik.

KKM Mandiri ialah di mana mahasiswa mencari lokasi dan teman kelompoknya sendiri, dengan kata lain dibebaskan dalam memilih. Sedangkan KKM Tematik dilokasikan oleh pihak kampus dan orang-orangnya ditentukan oleh pihak kampus.

Jadi di sini bisa dibedakan yahh mana KKM Mandiri dan mana KKM Tematik. Itu sedikit penjelasan tentang KKM.

Mari kita lanjut ke kisah seorang Mahasiswa KKM bernama Roni. Roni ini merupakan mahasiswa jurusan Manajemen fakultas Ekonomi dan Bisnis, tidak saya sebutkan nama kampusnya karena privasi.

Sebelum KKM itu dilaksanakan Roni tertarik dengan seorang cewek kelompoknya yang bernama Meilisa Putri, dia merupakan mahasiswa jurusan Administrasi Negara.

Tetapi saat itu Meilisa ini tidak tahu kalau Roni suka dengannya dan Roni pun menyembunyikan rasanya karena dia belum berani mengungkapkan perasaannya itu. Mereka hampir setiap hari chatting-an dan Roni yang selalu mencari pembahasan agar dia terus-terusan chatting-an dengan Meilisa.

Kemudian ketika pembagian panitia, Roni dan Meilisa ini satu bidang, hati Roni sangat senang sekali bisa satu bidang. Karena teman-temannya tidak tahu kalau Roni ini suka sama Meilisa, mereka pun disatukan. Padahal Meilisa biasa saja sama Roni, dia menyikapi biasa layaknya kawan lainnya. Setelah pembagian panitia, Roni dan kawan-kawan mulai mencari lokasi yang sekiranya cocok untuk dijadikan tempat pengabdiannya. Pada saat itu kelompok Roni kesulitan untuk menemukan tempat yang cocok dijadikan pengabdiannya.

Roni yang selalu perhatian sama Meilisa lewat chat-nya tidak lupa untuk menyemangati dan mengingatkan untuk makan, padahal saat itu mereka berdua berdekatan. Kemudian, Roni dan kawan-kawan ini mencari lokasi yang dekat dengan rumah teman-temannya dan tidak susah sinyal. Pada saat itu Roni dan kawan-kawannya menemukan tempat yang cocok untuk dijadikan lokasi pengabdiannya.

Namun, karena kelalaian teman-temannya yang tidak langsung membuatkan surat perizinan lokasi. Maka, tempat tersebut sudah dijadikan lokasi KKM oleh kelompok lain, padahal lokasi tersebut sangat cocok, tidak susah sinyal, dekat dan orang-orangnya ramah pula. Bahkan salah satu temannya sudah mulai tertarik dengan pemuda di sana, sampai temannya ini sedih karena tidak jadi KKM di tempat itu.

Kemudian keesokan harinya mereka mencari lokasi lain, sudah beberapa hari menjelang penutupan pendaftaran KKM, Roni dan kawan-kawan belum juga menemukan lokasi yang cocok di mata mereka.

Singkat cerita, pada hari terakhir penutupan Roni dan kawan-kawan pun kebingungan karena belum dapat Lokasi KKMnya. Pada malam harinya Roni berusaha mencari lokasi untuk KKMnya, dan saat itu teman-temannya sudah pasrah begitu saja. Tapi Roni masih berusaha mencari lokasi, tidak lupa dengan Meilisa yang menyemangati Roni pada malam hari itu.

Kemudian Roni pun senang dan bersemangat untuk mendapatkan lokasi. Kemudian pada malam itu Roni merasa lega karena sudah mendapatkan lokasi untuk dijadikan KKMnya. Roni langsung mengabari teman-temannya bahwa dia sudah menemukan lokasi untuk KKM. Teman-temannya pun gembira mendengar kabar baik dari Roni, dan teman-temannya segera menggarap proposal dan langsung mendaftarkan ke Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM).

Dan pada saat itu Roni mendapatkan apresiasi dari kawan-kawannya, dan tentunya dari Meilisa yang membuat hati dia senang berbunga-bunga. Setelah mendaftarkan KKMnya Roni dan kawan-kawan mulai menyebarkan proposal kerja sama dengan perusahaan.

Saat itu sebelum menyebarkan proposal Roni menanyakan kepada Meilisa “Kamu mau nyebar sama siapa Mel?” pesan Roni. Kemudian Meilisa pun menjawab “Gak tau nih Ron, sama siapa yah? Gua males bawa motor, capek soalnya rumah gua lumayan jauh ke kampus.” pesan Meilisa. Roni menjawab “Yaudah sama gua aja Mel, mau gak?”

Kemudian, Meilisa menjawab “Ohh yaudah Ron kalau begitu gua sama lu aja naik motor.” Di situ Roni senang tidak karuan tawaran Roni tidak ditolak oleh Meilisa, karena pertama kali dia membonceng orang yang disukai.

Pada hari penyebaran proposal, teman Roni bernama Alwi membawa mobil. Kemudian Meilisa memilih untuk ikut sama Alwi karena mungkin kalau naik motor Meilisa pegal-pegal. Sebelum dibagi orang-orang yang mau menyebarkan proposal, Roni mengabari Meilisa dia menanyakan “Gimana Mel? Lu jadi gak sama gua naik motor?” pesan Roni. Kemudian Meilisa menjawab “Gak Ron. Gua naik mobil aja sama Alwi, badan gua pegel-pegel tadi bawa motor dari rumah, udah mah macet tadi tuh.” pesan Meilisa.

Kemudian Roni menjawab pesannya “Ohh yasudah Mel. Lu ikut Alwi aja naik mobil, kasihan juga Lu kalau naik motor mah Mel. Mending lu di mobil aja biar bisa istirahat.” pesan Roni.

Alwi ini seorang cowok yang merupakan mahasiswa jurusan Teknik Otomotif, diantara kelompok KKM Roni cuma dia yang bisa mengendarai mobil.

Singkat cerita ketika Meilisa pulang ke rumah, Roni tidak lupa untuk mengirimkan pesan lewat WhatsApp dengan pesan “Mel. Lu hati-hati di jalannya, kalau lu udah nyampe rumah kabarin gua yah.”

Dan sesampai rumah, Meilisa langsung mengabari Roni bahwa dia sudah sampai rumah dengan selamat.

Singkat cerita, ditanggal 18 Februari 2021 Roni dan kawan-kawan sudah mulai melaksanakan KKMnya di lokasi yang Roni dapatkan, tempat tersebut bernama Desa Pada Suka.

Roni dan kawan-kawan nya pun langsung melakukan pembukaan KKM dan warganya menyambut dengan hangat. Hari demi hari kegiatan mereka pun terlaksana dengan baik dan antusias warga desa Pada Suka membuat hati mahasiswa senang.

Roni dan Meilisa selalu chatting-an setiap hari dengan pembahasan Roni apa saja dari kegiatan hingga keluarga Meilisa. Setiap Meilisa membuat status WhatsApp, Roni selalu mengomentarinya dan Meilisa pun merespon dengan baik.

Saat itu Roni sedang galau karena sudah diputusi oleh pacarnya sebelum Roni kenal sama Meilisa. Dan Meilisa pun orangnya baik dan selalu merespon chat Roni, di situ Roni mulai suka dan tertarik sama Meilisa karena dia sudah menemani Roni yang sedang patah hati. Sampai Roni pun curhat dengan Meilisa, dan Meilisa selalu menasehati Roni di situ pula Roni sudah mulai nyaman dengan Meilisa.

Akan tetapi Meilisa hanya menganggap hal itu biasa saja seperti ke teman-teman lainnya. Ternyata Meilisa pun merasakan hal yang sama dengan Roni, tapi Meilisa sudah lama putus dengan pacarnya dan Meilisa pun curhat sama Roni. Meilisa yang sudah mati rasa karena perbuatan mantannya, sehingga dia selalu welcome sama cowok-cowok yang nge-chat dia, kecuali cowok yang membuat dia risih atau tidak suka. Tapi dia tidak membuka hati untuk siapapun untuk saat ini.

Roni yang selalu berusaha keras menasehati Meilisa agar dia bisa move on sama mantannya, dan bisa membuka hatinya lagi untuk cowok-cowok termasuk Roni, karena dia berharap Meilisa suka dan mau jadi pendamping hidupnya. Roni pun meniatkan kalau Meilisa mau jadi pacar atau pendamping hidupnya, dia berjanji bahwa Meilisa-lah perempuan yang terakhir yang dia cari dan berjanji tidak akan mengkhianati Meilisa.

Penasaran dengan kelanjutan cerita Roni???

Tunggu di part 2 yaa readers….

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cerpen

Bukan Akhir

Published

on

Oleh: Yunda Mauliani, Kader HMI MPO Komisariat Untirta Pakupatan

Sore ini, hari di mana orang yang tidak pernah aku duga akan masuk ke dalam kehidupanku, yang justru datang dan mengetuk pintu hatiku. Panggil saja dia Mas Ayam. Saat itu, aku ingat sedang patah hati oleh harapan yang aku buat sendiri tentang seorang laki-laki yang selalu mengajakku tertawa. Aku tidak pernah menyangka, ternyata Mas Ayam menyimpan perasaan untukku. Bahkan, aku sempat berpikir bahwa Mas Ayam menyukai temanku karena pada saat itu mereka bisa dibilang sangat dekat. Menurutku Mas Ayam orang yang baik, dia bersinar dengan kebaikannya, dia juga tampan, dan otaknya juga setara dengan orang-orang terbaik di kelas waktu itu. Tanpa pikir panjang, karena aku masih menginjak bangku SMP, aku memilih untuk berteman baik saja dengan Mas Ayam.

Berjalan selama dua bulan, pertemanan kita semakin dekat. Mungkin bisa dibilang sering bertemu, karena kita juga berada di kelas yang sama. Tetapi, aku dan Mas Ayam memilih untuk merahasiakan kedekatan kita berdua kepada teman-teman. Sampai di ujung waktu masa SMP, kita ujian di ruang yang sama. Dia lulus dan aku juga lulus. Dia melanjutkan ke bangku SMK dan aku melanjutkan ke bangku MA. Jarak yang jauh antara sekolah kita, dan komunikasi yang jarang karena Mas Ayam tidak memegang HP saat itu. Jadi, dia menghubungiku melalui komputernya ketika dia berada di rumah.

Aku menghargai di saat jam sekolah tiba-tiba dia menghubungiku. Ternyata dia meminjam ponsel milik temannya untuk sekedar bertanya “Kamu lagi apa?” “Kamu udah makan?” “Lagi istirahat kah?” Notifikasi yang tidak pernah aku bayangkan ada di saat jam sekolah, membuatku sangat senang saat itu. Bagaimana tidak? Dia sampai meminjam ponsel milik temannya untuk sekedar menghubungiku.

Dan hal yang membuat aku bingung, mengapa dia pinjam ponsel milik teman SMP yang dahulu sekelas dengan kita. Temannya langsung mengajukan pertanyaan buat aku lewat akun Mas Ayam. Dia penasaran tentang hubungan aku dan Mas Ayam. Dan sejauh ini, dia dan teman-teman dekat Mas Ayam lainnya tahu tentang kedekatan aku dan Mas Ayam.

Berjalan hampir setahun, aku bertemu dengan orang baru dan kalian bisa panggil dia Mas Panda. Tidak lama dari perkenalan kita, dia menyatakan perasaannya untukku. Berbeda dengan Mas Ayam yang menyatakan perasaannya lewat pesan teks. Mas Panda menyatakannya perasaannya secara langsung. Karena aku belum tau caranya menolak dan menerima laki-laki yang menyatakan perasaannya secara langsung. Tanpa pikir panjang, aku langsung menerimanya saat itu juga. Aku sebenarnya bingung dengan perasaanku yang sebenarnya. Aku sayang Mas Ayam, tetapi aku juga menyukai Mas Panda. Akhirnya, aku memutuskan untuk mengatakan apa yang terjadi pada Mas Ayam. Dan Mas Ayam menerima semua keputusanku itu.

Berjalan selama satu setengah tahun, walaupun Mas Panda tidak mengizinkan aku berhubungan lagi dengan Mas Ayam, tetapi aku tetap menghubungi Mas Ayam. Karena bagaimanapun juga, aku merasa orang yang paling mengerti aku justru Mas Ayam dibandingkan Mas Panda. Akhirnya, setelah dua tahun lamanya, aku memutuskan hubunganku dengan Mas Panda. Orang pertama yang aku hubungi pada saat itu adalah Mas Ayam. Aku sebenarnya malu menghubungi Mas Ayam lagi, karena aku merasa menjadi peran antagonis dalam kehidupan.

Aku sendiri yang meninggalkan Mas Ayam yang justru sangat aku sayangi. Mas Ayam menerima aku lagi dengan baik, akhirnya kita bersama lagi. Walaupun aku merasa dia adalah sahabatku, aku bisa melihat dia masih menyimpan rasa. Walaupun aku sendiri tidak yakin, tidak apa karena aku masih bisa bertukar cerita dengan dia.

Mas Ayam tidak pernah berubah, dia masih jadi orang baik dari awal aku kenal dia. Mas Ayam sering kali mengajak aku keluar, mengundang aku ke rumahnya, kadang juga dia yang aku undang untuk datang ke rumah, dia selalu menemaniku di saat aku butuh seseorang. Aku merasa sangat beruntung bisa bertemu dengan seorang laki-laki baik seperti dia.

Kita berdua sudah menjadi mahasiswa di salah satu universitas di daerahku. Dia masuk Fakultas Keguruan dan Pendidikan, sedangkan aku masuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Kita suka saling membantu mengerjakan tugas, walaupun aku yang paling sering minta bantuan. Dia suka marah-marah di saat otak aku lola (loading lama), dia juga sering memasang raut wajah kesal. Tapi dia tetap membantu aku mengerjakan tugasku. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk menaruh kunci pintu hatiku pada Mas Ayam, dan menjadikan dia rumah tanpa sepengetahuannya. Walaupun aku belum tahu persis perasaan dia terhadapku seperti apa.

Aku bisa merasakan, bahwa dia sebenarnya masih punya rasa untuk aku. Eits,, tapi aku tidak bisa menyimpulkan perasaan seseorang hanya dengan pandangan satu sisi saja. Sampai saat itu, aku merasa kita masih seperti sahabat.

Lagi-lagi, aku sembunyi di balik kata sahabat. Dan lagi-lagi, aku bertemu orang lain dan menaruh harapan untuk laki-laki itu. Aku sebut dia Mas Maung. Akhirnya tidak butuh waktu lama kejadian yang sama seperti tahun-tahun lalu terulang lagi. Aku meninggalkan Mas Ayam untuk laki-laki yang belum lama aku kenal. Mungkin aku masih bisa dan biasa untuk berkabar dengan Mas Ayam, tapi semakin lama semakin jarang aku berkabar dengan Mas Ayam.

Berjalan dua bulan, aku sadar aku merasa kehilangan Mas Ayam dan aku menyatakan apa yang sebenarnya terjadi yang membuat aku sedikit berubah kepada Mas Maung. Dan Mas Maung sedikit tidak terima, ternyata rasa tulus yang dia beri untukku tidak berbalas. Perasaan aku lebih besar untuk Mas Ayam, aku memutuskan untuk menyudahi hubunganku dengan Mas Maung.

Akhirnya, aku memilih untuk berjalan mundur, berbalik arah menuju pintu hati Mas Ayam. Aku coba untuk mengetuk lagi hati Mas Ayam. Aku punya harapan besar untuk akhirnya bisa menjalin hubungan dengan Mas Ayam. Namun, harapanku pupus di saat aku tau Mas Ayam justru sedang mendekati seorang perempuan. Aku masih tidak percaya, selama kurang lebih lima tahun Mas Ayam menungguku tapi pada akhirnya perasaan dia hilang juga untukku.

Aku juga masih tidak percaya di saat dia bilang bahwa semua perasaan dia untukku sudah hilang semua. Bisa dibayangkan bagaimana rasanya? Lima tahun bukan waktu yang sedikit. Aku bisa jalan dengan orang lain, tetapi aku tidak bisa menjadikan orang itu rumah tempat aku pulang sama seperti Mas Ayam. Aku mencoba untuk tetap gigih berjuang mendapatkan kembali hati Mas Ayam. Tetapi, semakin lama semakin aku menyiksa diri sendiri. Berjuang untuk orang yang justru dia juga sedang berjuang untuk hati yang lain.

Aku tau, ternyata Mas Ayam berteman dengan nenek sihir yang amat aku benci. Aku menyebutnya nenek sihir, karena memang muka dia seperti nenek sihir. Mas Ayam pernah bilang “Dia diminta mundur untuk terus menjadikan aku orang yang dia tunggu” sudah jelas di situ aku mendengar bahwa nenek sihir yang meminta Mas Ayam untuk melakukan itu. Aku masih belum sadar di saat Mas Ayam bilang itu secara tiba-tiba. Aku juga menganggapnya bukan hal yang serius, karena selama ini aku yang selalu Mas Ayam tunggu.

Di saat aku meminta Mas Ayam kembali, dia juga bilang “Kenapa datang disaat Mas Ayam lagi deketin orang lain si? Ga tepat banget datengnya, telatt… ” sempat ada salah paham dengan apa yang aku dengar sehari sebelum aku memutuskan untuk jalan dengan Mas Maung. Mas Ayam bilang “Kalau kamu masih mau sama aku, padahal aku masih bisa nerima kamu” hal ini yang bikin aku nerima Mas Maung, tanpa pikir panjang aku malah dengar hal yang justru kebalikannya.

Di saat itu juga aku merasa bahkan semesta pun tidak menerima aku untuk bertemu dan menjalin cerita terbaik dengan orang yang aku sayang. Aku benar-benar merasa kacau di saat hati dan harapan aku dibanting sangat keras oleh kenyataan. Tidak apa-apa, aku selalu berusaha meyakinkan hatiku bahwa aku tidak apa-apa. Tidak perlu bersedih terlalu lama untuk hal yang justru aku kacaukan sendiri. Sekarang aku memilih untuk menjauhi semuanya, termasuk Mas Ayam, walaupun aku sadar itu akan menjadi hal yang sulit aku lakukan dalam hidupku. Tetapi aku harus bisa, untuk membiarkan hatiku kosong, agar seseorang yang nantinya akan singgah dan mengajakku berlayar tidak merasakan hal yang sama seperti sekarang.

Aku selalu berkata pada diriku sendiri “Jangan pernah menyakiti hati orang lain, karena mau bagaimanapun cepat atau lambat hal itu akan kamu rasakan nanti.” Justru, tanpa aku sadari aku sudah menyakiti tiga hati laki-laki yang baik kepadaku. Dua hati aku tinggal hanya untuk kembali ke rumah itu, tetapi justru aku ditolak untuk datang ke rumah itu. Dan dia tidak tahu, bahwa aku meninggalkan kunci hatiku padanya.

Continue Reading

Cerpen

Bukan Cerita KKM Mistis (Bagian 3)

Published

on

Oleh: Kanda Ahmad Robiyana, Kader HMI MPO Komisariat Untirta Pakupatan

PART 3

Hallo guysss!!!!

Oke kembali lagi, saya akan melanjutkan kisah Roni pada saat KKM. Yang belum baca part 1 dan 2, silakan baca terlebih dahulu ya….

Bagaimana kawan-kawan di cerita sebelumnya seru gak? Pasti seru ya kan. Saya saja sebagai penulis cerita itu penasaran nih dengan kisah si Roni selama KKM. Apakah ada yang cinlok (cinta lokasi) seperti orang-orang bilang ‘Kalau KKM tuh ajang mencari jodoh’??? Atau itu hanya sekedar isu saja, dan justru KKM malah lekat dengan cerita mistis???

Apakah kisah kali ini tetap sama seperti sebelumnya??? Ataukah kisah kali ini dibumbui dengan sedikit kisah mistis???

Penasarankan??? Ayokk kita baca cerita lanjutan kisah si Roni…

Sebelumnya saya mohon maaf kepada kawan-kawan dengan cerita sebelumnya, karena saya langsung penutupan. Mungkin kawan-kawan ada yang greget dengan cerita Roni sebelum penutupan itu tiba. Apakah ada tokoh lain yang akan diceritakan oleh Roni atau kejadian yang menyeramkan lainnya? Temukan jawabannya pada cerita ini…

Oke langsung saja saya ceritakan…

Pada saat itu saya bertemu kembali bersama Roni, kemudian saya penasaran untuk mencari tahu apakah Lokasi KKM Roni tempatnya angker atau tidak. Tidak lama Roni puni bercerita kepada saya, kata Roni bahwasanya ada pengalaman yang tidak bisa dilupakan selama KKM bahkan sampai sekarang.

Kemudian saya bertanya kepada Roni “Wahh pengalaman apa tuh Ron sampe lu gak bisa lupain? Tapi lu jawab dulu pertanyaan gua. Lokasi KKM lu angker gak?” Roni menjawab “Iya ini berhubungan juga sama pertanyaan lu. Ini cerita mistis, seperti yang lu tanyakan ke gua.” Saya pun semakin penasaran “Wahhh mantap nih kayaknya seru tuh Ron, coba ceritain gua pengen tau.” ujar saya.

Kemudian Roni pun bercerita kepada saya, jadi pada saat itu bertepatan hari kamis, mereka bermain keliling desa dengan anak-anak kecil di desa. Di perjalanan mereka bertegur sapa dengan warga desa Pada Suka, dengan ramahnya warga menyapa mereka.

Di perjalanan, mereka bercanda tawa dengan senyuman yang lebar, dengan suara yang keras sampai-sampai mereka tidak sadar kalau tempat tersebut “heritt” (angker) menurut warga setempat. Kemudian mereka jalan-jalan ke sungai yang katanya banyak sekali penghuni tak kasat mata, saat itu mereka menuju sungai ketika menjelang magrib. Tiba-tiba salah satu dari mereka yaitu Akbar, Santi, dan Meilisa pun melihat rekan KKM yaitu Yanto di pinggiran sungai memisahkan diri. Sebelumnya si Yanto tidak ikut pergi ke sungai tersebut karena dia sedang menjaga posko berdua bersama Yadi.

Hari sudah sore sekitar pukul 17.30 WIB pun mereka pulang ke posko. Akbar, Santi dan Meilisa melihat rekan temannya Yanto sudah berada di posko sedang beres-beres. Mereka terheran-heran, begitu cepat si Yanto ini sampai ke posko.

Malam hari tiba setelah mereka sholat magrib dan tadarus Qur’an (saat ini tepat pada malam Jum’at) beberapa tim konsumsi termasuk Akbar dan Santi saat itu jadwal masak dan ada juga yang ikut nimbrung atau ngobrol-ngobrol di dapur.

Kemudian si Yanto pun menghampiri mereka ke dapur untuk mendengarkan obrolan-obrolan mereka. Tiba-tiba si Akbar menanyakan kepada si Yanto “Yanto lu tadi cepet banget pulang ke poskonya.” ujar Akbar. Yanto terheran-heran “Maksudnya Bar? Gua kan jagain posko sama Yadi” kata si Yanto dengan muka kebingungan.

“Lu jangan becanda deh To, gak lucu tau.” ujar Akbar dengan disertai tawa. Kemudian Yanto menjawab “Lu ni gak percaya yah, coba tanyain sama Yadi, Putri, Ika. Kalau gua di posko gak ikut kalian.” Saat itu Putri dan Ika tidak ikut dengan mereka ke sungai karena habis belanja.

Kemudian Akbar dan rekan temannya yang melihat Yanto di pinggir sungai sendiri melongo dan ada juga bulu kuduknya berdiri (merinding). “Coba lu tanyain deh sama Yadi, Putri dan Ika yg lihat gua di posko klo kalian gk percaya…” ujar Yanto.

Kemudian mereka pun memanggil Putri dan Ika, dan bener bahwasannya Yanto ada si posko dan tidak ikut ke sungai bersama mereka. Saat mendengar dari Putri dan Ika Kondisi saat itu sangat mencengkam, mereka yang melihat Yanto di sungai masih terheran-heran dan masih mempercayai bahwa itu Yanto.

Meilisa menanyakan kepada Yanto “Lu tadi ikut kan sama kita ke sungai?” Yanto menjawab “Ya Allah gak Meil, gua tadi di posko gak ikut sama kalian.. Gua harus gimana biar kalian percaya sama gua???” Meilisa pun tercengo mendengar perkataan Yanto. Bahkan ada buktinya kalo Yanto ikut dengan mereka, yaitu ada salah satu rekan nya berfoto-foto dan di dalam foto tersebut ada Yanto sedang berdiri sendiri di pinggir sungai.

Mereka pun memperlihatkan foto tersebut kepada Yanto “Nih ini lu kan Yanto…” ujar Akbar sambil memperlihatkan fotonya kepada Yanto. Yanto pun heran “Gua kan jagain posko, kalo gua ikut terus siapa yang jagain posko? Sedangkan Yadi sedang tidur di kamar, masa gua tinggalin Yadi? Takutnya ada yang masuk ke posko gimana? Sedangkan di dalam banyak barang-barang berharga kalian. Kalau pun gua ikut apa kalian lihat gua jalan bareng sama kalian? Dan Putri, Ika salah lihat gua di posko apa mereka yang bohong ke kalian bukan gua?//” ujar Yanto dengan tegas dengan muka keanehan.

Kemudian Putri dan Ika pun berkata “Bener kata Yanto, tadi tuh kita lihat Yanto sedang beres-beres posko sebelum kalian datang ke posko…”  kemudian Roni mendengarkan obrolan mereka dan mencoba untuk menenangkan situasi saat itu. “Udah… Udah jangan di pikirin. Buru masak laper nih, malam ini kan mau ada evaluasi.”

Setelah Roni menenangkan mereka situasi masih tegang, seram, dan takut apa lagi Akbar dan Santi yang masih tidak percaya kejadian tadi sore. Setelah makan, mereka masih lanjut berbincang-bincang kejadian tadi sore. Karena bukan hanya Akbar, Santi, dan Meilisa saja yang melihat Yanto tapi ternyata ada beberapa rekannya yang melihat Yanto di pinggir sungai sendiri yaitu Notna Siregar, Silvi, Intan, Dini.

Malam itu sangat mencengkam, mereka yang melihat Yanto di pinggir sungai masih memikirkannya. Kemudian ketua kelompok KKM meraka yaitu Reza langsung mengumpulkan mereka untuk evaluasi kegiatan tadi pagi samapai dengan sore.

Di dalam forum Akbar dan Santi tidak fokus karena masih memikirkan kejadian tadi sore. Roni melihat mereka berdua tidak fokus di evaluasi saat itu, menegaskan kembali. “Akbar, Santi kalian kenapa? Udah lah kejadian tadi sore jangan di pikirin lagi, ini kita lagi evaluasi nih fokus dong…” Akbar dan Santi pun terdiam.

Evaluasi pun selesai, setelah evaluasi Notna Siregar mengajak mereka bermain game UNO. Keseruan mereka bermain UNO sangat mempengaruhi situasi yang tadinya menyeramkan menjadi suka ria, sampai-sampai tidak terasa bahwa malam kian larut menunjukkan pukul 00.30 WIB. Mereka masih terbahak-bahak dengan bermain game UNO tersebut padahal malam itu adalah malam Jum’at, yang katanya banyak yang bilang malam yang seram, tapi mereka tidak peduli akan hal itu. Mereka masih melanjutkan bermain game UNO yang seru.

Sudah pukul 01.00 WIB Reza menegur mereka supaya tertawanya jangan terbahak-bahak begitu sampai katanya terdengar di rumah warga sebelah. Reza pun menyuruh mereka untuk tidur karena sudah malam, Reza tidak lupa untuk mengingatkan kesehatan mereka selama KKM.

Situasi sudah sepi, peserta KKM putri sebagian sudah tidur dab masih ada yang bermain handphone. Tiba-tiba Lisa mengalami sesuatu, saat itu Lisa sudah tidur san dia mengalami erep-erep (ketindihan) ketika tidur. Erep-erep itu merupakan kejadian di mana seseorang yang sedang tidur diganggu oleh jin dengan rasa sesak dan menakutkan.

Kemudian Lisa pun terbangun dengan ketakutan menjerit sampai yang lain pun terbangun, temannya pun langsung menenangkan Lisa saat itu. Kemudian mereka ingin pindah tempat tidurnya ke ruang tamu dan harus ada cowok yang jagain setiap sudut, karena saat itu mereka sangat ketakutan sekali.

Tidak lama kemudian ada kejadian lagi, salah satu dari mereka yaitu Halimah, ia merasakan kesakitan perutnya, dengan muka menangis karena kesakitannya, kemudian temannya langsung bergegas untuk menanganinya. Ternyata Halimah ini tadi ketika makan malam dia tidak ikut makan dan penyakit maag -nya kambuh.

Roni dan rekan-rekannya sangat khawatir dengan kondisi Halimah saat itu. Setelah kejadian Halimah dan Lisa tidak lama kemudian, salah satu rekannya yaitu Nisa merasakan menggigil kedinginan, padahal saat itu Nisa ikut menangani Halimah yang kesakitan.

Kemudian teman dekatnya yaitu Halimah menyadarkan Nisa “De..De.. Kamu kenapa?” ujar Halimah kepada Nisa. Nisa tidak sadar saat itu, badannya masih menggigil kedinginan. Halimah langsung memberikan selimut dan memeluknya. Kemudian Halimah terus bicara kepada Nisa “De..De..Kamu kenapa?” Kemudian Nisa menyahut “Ges gera hares budak ges peting (sudah buru tidur udah malam)..” ujar Nisa, dengan masih tidak menyadarkan diri.

Di situ Halimah merasakan bahwa itu bukan Nisa yang berbicara, karena kalau memanggil Halimah dengan sebutan “ne” tapi ini beda lagi kata Halimah. Situasi sangat mencengkam saat itu. Tiba-tiba kejadian berbarengan terjadi pada Akbar, ia merasakan mual-mual entah kenapa Akbar seperti itu padahal dia makan yang paling banyak ketika makan malam bersama.

Kemudian Akbar terus mundar-mandir ke kamar mandi karena mual-mualnya itu seperti ingin muntah tapi tidak bisa mengeluarkan apa-apa. Saat itu situasi nya sangat aneh sekali dan kebingungan mau berbuat apa. Tidak lama kemudian Nisa menangis dengan mata tertutup dan berkata “hayang balik(pengen pulang)…” Di situ Halimah mencoba menyadarkan Nisa tapi Nisa malah mengamuk dan ternyata Nisa kerasukan setan.

Kemudian Roni mencoba mendekati Nisa dan bulu kuduknya berdiri tapi dia berusaha untuk tenang dan tidak takut.  Kemudian Meilisa pun melihat kondisi Nisa sangat perihatin dan Meilisa pun menoleh ke Roni lalu dia berkata “Ron lu lakukin apa ke, baca-baca ke biar Nisa sadar…”

Kemudian Roni pun bergegas wudhu dan sholat sunnah malam, dan dia berdoa sembari memegang air minum satu gelas, dengan membacakan ayat kursi sebanyak 7 kali, Al-Ikhlas 3 kali, Al-Falaq dan An-Naas satu kali. Karena Roni dulu pernah mondok jadi dia mencoba untuk melakukan hal itu ketika ada orang yang kesurupan. Setelah air minumnya dibacakan do’a, air tersebut disuguhkan pada Nisa, akan ia tetapi menolak meminum air tersebut.

Setelah itu Roni pun mencoba mengumandangkan adzan dekat telinganya Nisa. Dan Nisa pun bereaksi, berusaha ngamuk dan temannya mencoba memegang tangannya. Setelah Roni mengumandangkan adzan, Nisa merasakan mual-mual. Situasi saat itu sangat menyeramkan dan semua pada panik tapi Alwi mencoba menenangkan yang lain agar tidak panik.

Kemudian Meilisa meminta Reza untuk menghubungi Ustadz di kampung itu. Reza pun bergegas menghubungi Ustadz melalui telephone, karena Reza sudah punya nomor handphone tokoh masyarakat termasuk nomor handphone Pak Ustadz.

Saat itu hari sudah pukul 02.00 WIB tidak lama kemudian Pak Ustadz pun datang ke posko dengan rombongan santrinya. Kemudian Pak Ustadz langsung menangani dan menyadarkan Nisa yang sedang kerasukan. Sebelumnya Pak Ustadz bertanya kepada makhluk ghaib yang merasuki Nisa “Kamu siapa? Dan kenapa mengganggu mahasiswa ini?” kata Pak Ustadz bertanya kepada makhluk itu.

Singkat cerita, ternyata dia merasa terganggu karena mereka bermain ke sungai tadi sore, dan bukan hanya itu saja makhluk ini pun terganggu karena sudah malam tapi mereka-mereka ini (mahasiswa) masih ketawa ketiwi. Kemudian Pak Ustadz pun langsung menyingkirkan makhluk halus tersebut dan menetralkan sudut-sudut dalam rumah posko mereka.

Kemudian kondisi sudah membaik dan tenang, mereka pun langsung kembali ke tempat tidur. Akan tetapi Nisa di bawa ke rumah Ibunya Pak Ustadz untuk sementara tidur di sana, karena Nisa sudah tidak nyaman dan masih merasa takut di posko, dengan ditemani Halimah teman dekatnya.

Keesokan harinya Nisa pun diantarkan pulang ke rumah nya bersama Halimah, Siregar, Ali, Lina, Sarah. Kenapa ketua KK-nya Reza tidak ikut mengantarkan Nisa? Ternyata pada saat itu ada perselisihan antara mereka dan Reza pun memercayai mereka. Awalnya Reza yang ingin menjelaskan kejadian yang menimpa Nisa tadi malam kepada orang tua nya tapi itu tidak tersampaikan. Kemudian Reza sudah memercayai temannya yang akan bercerita kepada orang tua Nisa.

Singkat cerita, Nisa dan rekan-rekannya sudah sampai rumah Nisa. Orang tua Nisa senang kedatangan Nisa dan kawan-kawannya tidak lama kemudian Halimah dan kawan-kawan bercerita kejadian tadi malam dan orang tua Nisa pun terkejut mendengarkan cerita mereka. Pada akhirnya orang tua Nisa pun melarang Nisa untuk kembali lagi ke tempat KKM-nya kecuali kalau mereka pindah posko ke tempat lain.

Kemudian kakak Nisa pun menelepon Reza selaku ketua KKM-nya. Reza pun kaget karena kakak Nisa ini bertanya “Ini Nisa kenapa?” kata kakak Nisa. Kemudian Reza menjawab “Emang teman saya tidak menceritakan ke kakak atau orang tua Nisa?” . Kemudian kakak Nisa menjawab “Iya cerita, tapi mau tau kejelasan dari Reza sebagai ketuanya..” Reza pun menjelaskan kejadian pada malam itu kepada kakak Nisa.

Singkat cerita dari keluarganya Nisa ini memberi pilihan kepada Reza. Pilihannya, Nisa tidak bisa melanjutkan KKM bersama yang lain atau posko KKM nya pindah ke tempat lain. Reza dengan tegas menjelaskan pilihannya itu kata Reza “Mohon maaf sebelumnya kak, tidak apa-apa jika Nisa di rumah saja. Kami mau mencoba beberapa malam di posko ini jika emang tempat ini angker dan kejadian semalam terjadi lagi mau tidak mau kami pindah. Akan tetapi jika kami sudah mencoba dan tidak terjadi apa-apa lagi kami tetap di sini kak. Karena emang terjadi hal itu karena kesalahan kita yang kurang sopan sehingga memicu makhluk halus dan datang untuk menegur kita…”

Singkat cerita sudah beberapa malam tidak ada kejadian-kejadian aneh lagi di posko dan saat itu mereka baru menyadari bahwasanya itu ulah mereka yang belum menjaga tata krama di kampung tersebut.

Begitulah kisah Roni selama kegiatan Kuliah kerja Mahasiswa (KKM) di desa Pada Suka. Dari kisah tersebut kita ambil hikmahnya yahh.. Bahwasanya kita sebagai orang baru yang kemudian singgah di tempat baru yang belum kita ketahui jangan sembrono yah, tetap kita harus jaga tata krama nya dan etika nya…

Terima kasih saya ucapkan kepada teman-teman yang setia membaca dari awal sampai akhir. Mohon maaf jika ada kata-kata yang salah, penggunaan nama orang dan nama lokasi kisah ini nyata walaupun ada sedikit alur yang tidak seperti aslinya.

Salam hangattt….

Continue Reading

Cerpen

Bukan Cerita KKM Mistis (Bagian 2)

Published

on

Oleh: Kanda Ahmad Robiyana, Kader HMI MPO Komisariat Untirta Pakupatan

PART 2

(bagian kedua dari kisah Roni, sila baca bagian pertama agar paham alur ceritanya)

Akan tetapi Meilisa sudah benar-benar tidak mau membuka hati buat cowok dia tetap fokus sama karirnya. Beberapa hari kemudian, tingkah laku dan sikap Roni ke Meilisa tertebak oleh kawan-kawannya, bahwa dia suka dengan Meilisa. Roni pun tersipu malu dan tetap menutupi perasaannya dia pura-pura tidak punya rasa suka sama Meilisa.

Roni yang selalu upload foto Meilisa di status WhatsAppnya akhirnya ketahuan oleh salah satu teman jurusan Meilisa. Disitu Roni akhirnya mengungkapakan perasaannya soal Meilisa ke temannya, dan temannya pun mendukung dia untuk jadian sama Meilisa.

Setelah lama perasaan Roni yang dipendam akhirnya kawan-kawan mengetahuinya karena saat itu meraka sedang gabut, tidak ada kegiatan atau pekerjaan. Mereka memilih untuk bermain game “Turth or Dare” (Jujur atau Tantang).

Setelah semua rahasia masing-masing terbongkar, terakhir bagian Roni kena “Turth or Dare” dan Roni memilih untuk “Truth” (jujur). Kemudian salah satu teman nya memberi pertanyaannya kepada Roni “Apakah lu suka sama Meilisa?” ujar temannya.

Saat itu Meilisa tidak mengikuti game tersebut, dan pada akhirnya Roni pun jujur dengan perasaannya kepada kawan-kawannya soal dia dengan Meilisa. Roni menjawab pertanyaan dari temannya “Iya gua suka sama Meilisa, tapi sekedar kagum doang ko. Yahh kita kan tidak tau soal jodoh, kalau dia jodoh gua yah Alhamdulillah. Tapi gua mohon sama kalian jangan bilang-bilang yahh sama Meilisa, karena gua takut dia menjauh dari gua karena tau soal perasaan gua ke dia, udh kalian cukup tau aja,” ujar Roni. Kemudian kawan-kawannya pun tertawa dan Roni tersipu malu “Lanjut… Lanjut” kata Roni dengan pipi merahnya.

Beberapa minggu kemudian, ketika kegiatan perlombaan dengan warga Desa Pada Suka, Roni dengan sibuk menyiapkan peralatan untuk perlombaannya. Singkat cerita perlombaan yang sebentar lagi selesai, rekan-rekannya malah bermain tepung. Roni pun berusaha menghindari rekan-rekannya agar dia tidak kena lemparan tepung, hanya Roni yang masih kelihatan bersih, tanpa kotoran tepung ditubuhnya.

Akan tetapi ternyata Meilisa mengincar Roni untuk melemparkan tepung kepadanya dan akhirnya Roni pun terkena lemparan tepung oleh Meilisa. Disitu Roni merasa senang dan kesal juga. Disisi lain Meilisa ternyata memerhatikan Roni dan di sisi lain juga Roni tidak mau kena lemparan tepung.

Dan disitu Roni mulai was-was dan mencari celah agar dia bisa membalas lemparan ya kepada Meilisa. Tidak lama kemudian Meilisa sedang sibuk main handphone, Roni langsung mengambil kesempatan tersebut, dan akhirnya Roni berhasil melempari tepung kepada Meilisa, di situ pun Roni tertawa karena sudah membalasnya. Tapi Meilisa selalu mengincar Roni lagi agar dia terkena lemparan tepung darinya, akan tetapi Roni berhasil menghindarinya karena Roni selalu memerhatikan setiap pergerakannya.

Singkat cerita, usai kegiatan perlombaan tersebut pada malam hari Roni selalu chatting-an sama Meilisa. Entah pembahasan Roni itu apa, yang jelas Roni selalu berusaha mencari topik pembahasan agar dia selalu chatting-an dengan Meilisa. Roni yang sudah move on dari mantannya dia masih berusaha untuk memulai percintaanya dengan Meilisa tapi itu hanya sekedar harapan sajah.

Tidak terasa masa KKM mereka segera berakhir, Roni dan kawan-kawan bersiap-siap untuk melaksanakan penutupan di Kantor Desa Pada Suka. Setelah itu malam harinya Roni dan kawan-kawan membuat suatu kegiatan yaitu tukar kado.

Sebelum malam itu tiba, Roni memikirkan mau buat kado apa untuk kawan-kawannya Roni kebingungan saat itu. Pada suatu hari Roni membeli kerudung untuk isi kadonya dan Roni memasukan jam tangannya yang banyak kenang-kenangan di masa lalunya. Roni pun berdoa agar kado yang dia buat, didapat oleh seseorang yang dia sukai yaitu Meilisa.

Pada malam pertukaran tiba, Roni tidak menyangka doanya terkabulkan. Kado yang dibuat Roni didapatkan oleh Meilisa, Roni bersyukur dan merasa bahagia doanya terkabulkan entah itu hanya kebetulan saja atau apa yang terpenting permintaan dia kepada Allah itu dikabulkan.

Kemudian setelah tukar kado, Roni dan kawan-kawan bercerita tentang suka duka selama di tempat KKM atau di poskonya. Setelah mendengar isi hati masing-masing, mereka semua mulai terharu dan menangis, karena mereka akan segera berpisah. Roni dan Meilisa yang kelihatan anti menangis, tapi pada saat itu mereka sudah tidak kuat lagi dan akhirnya mereka menangis karena akan berpisah. Pertemanan yang sangat solid,suka duka mereka lewati selama KKM membuat air mata mereka berjatuhan.

Singkat cerita ketika kawan-kawannya mau tidur karena besok siap-siap untuk pulang, Roni pada malam itu mengirimkan pesan kepada Meilisa agar isi kadonya digunakan dengan baik dan dirawat dengan baik, supaya kalau Meilisa merasa rindu dengan suasana KKM dia hanya melihat isi kado Roni tersebut.

Keesokan harinya, Roni dan kawan-kawan nya berpamitan dengan warga terdekatnya dan di situ pula terjatuh lagi air mata mereka karena sedih sudah banyak kenangan semasa KKM di desa itu. Orang tua kawan-kawan Roni pun mulai berdatangan untuk menjempu anaknya, hal itu membuat Roni dan kawan-kawan tidak kuat menahan rasa sedih.

Roni begitu senang dan sedih ketika melihat orang tua Meilisa datang untuk menjemputnya. Tapi sebelumnya Roni bilang kepada Meilisa “Lu dijemput sama siapa Mel?” ujar Roni kepada Meilisa. Meilisa pun menjawab “Sama bapak gua Ron.” Roni bertanya lagi “Lu kan rumahnya jauh, bapak lu mau jemput di mana? Mau kesini apa nunggu di terminal?” Meilisa menjawab “Gak tau Ron.” Roni “Yasudah kalau gitu, nanti lu kabarin gua yahh klo lu mau dijemput di terminal. Gua anterin,”ujar Roni yang peduli dengan Meilisa.

Sudah beberapa jam kemudian bapak Meilisa belum juga datang menjemputnya. Sedangkan sebagian kawan-kawannya sudah pulang kerumahnya masing-masing, tinggal menunggu Meilisa yang belum juga ada kabar dari bapaknya.

Roni yang selalu ada buat Meilisa menunggu orang tua Meilisa menjemputnya. Tidak lama kemudian Orang tua Meilisa datang ke posko untuk menjemput anaknya, di situ mereka berpamitan dan Meilisa mengucapkan terima kasih kepada Roni yang sudah membantu dan selalu ada ketika dia perlu bantuan. Roni pun tersenyum bahagia. “Iya Mel sama-sama, lu hati-hati ya dijalannya. Jangan lupa kabarin gua kalo lu udah nyampe rumah,” ujar Roni kepada Meilisa.

Kisah pun berakhir dengan penuh rasa sedih, dan sekarang Roni dan Meilisa pun menjalani hatinya dengan masing-masing. Roni yang belum siap untuk mengungkapkan perasaannya kepada Meilisa, karena dia tahu akan terjadi apa ketika dia mengungkapkan perasaan kepada Meilisa. Mungkin sekarang Roni sedang memantaskan diri sebelum dia siap mengungkapkan perasaan kepada Meilisa.

Dan saya tanya kepada Roni bahwa saat ini dia masih berkomunikasi dengan Meilisa dan masih memendam rasa sukanya itu kepada Meilisa.

Harapan penulis semoga Roni bisa menggapai keinginannya untuk mendapatkan Meilisa dan disatukan oleh Allah SWT. Terus semangat Roni untuk memantaskan diri, karena kita tahu bahwa jodoh itu tidak kemana, tapi kita juga harus ada usahanya.

Usahanya itu berdoa dan lakukan apa yang pantas kamu lakukan untuk Meilisa.

Dari cerita tersebut ambil hikmah nya yang baik dan jangan ditiru jika ada kurang baik untuk kita.

Mungkin jika pembaca penasaran dengan kelanjutan kisah Roni dan Meilisa, kawan-kawan silakan komentar ya….

Terima kasih…..

Continue Reading

Cerpen

Antara Ekonomi, Niqob, dan Wanita Tunasusila (Cerpen Berdasarkan Kisah Nyata)

Published

on

Karya : Kanda Arif
  
Curah hujan semakin deras dan hawa dingin menggigit tulang menarik tubuhku semakin enggan beranjak dari tempat tidurku.Sesekali terdengar hembusan angin masuk melalui celah-celah kecil jendela kaca berlapis uap dingin. Malam itu serasa sunyi, yang terdengar hanya tetesan hujan yang semakin deras serta gelegar suara petir menemani suasana malam yang gelap, Menutupi keindahan malam kota serang. Jalanan terlihat sepi, pepohonan bergoyang-goyang tertiup hembusan angin hujan nan lebat, tangkai pohon berjatuhan dan daun-daun berserakan membuat jalanan terlihat kurang menawan.
 
“Aaaaaaahhh ……. Hujan nya bikin mager” gumamku.Tiba-tiba ponselku berbunyi, ku lihat ponselku, ternyata ada pemberitahuan permintaan pertemanan di Facebook dari seorang wanita dengan nama akun Annisa Syahda. Karena penasaran, dengan sedikit harapan nakal ala-ala anak muda zaman now laaaahhh…hehee…..
 
Detak jantung berdegup kencang saat kulihat photo profil nya terpasang foto seorang akhwat berhiaskan bingkai bunga berwarna merah, busana indah berwarna menambah pesona keanggunan dzurriah Siti Hawa itu, wajah oval dibalut krudung berukuran 150 cm dihiasi niqob indah pada bagian wajah, dan alis mata sedikit sayu menunjukkan sifat keibuan bak Siti Aisyah dalam lakon film ayat-ayat cinta.
 
“waw.. ini siapa ya? Mudah-mudahan aja mau jadi istri, bercadar lagi kan heheheeee…, tapi bagaimana caranya, wanita seperti ini biasanya gak mau menerima pesan singkatku jika hanya sekedar berbalas pesan” fikirku
 
Tanpa berfikir panjang aku kirimkan pesan singkat, setidaknya aku bisa sedikit bercakap-cakap walau hanya beberapa kalimat.jari-jariku seakan kaku saat hendak mengetik beberapa kata, beberapa kali aku mengetik dan dihapus diketik lagi hingga akhirnya ku beranikan diri menekan enter pesan ku pada nya.
 
Assalamualaikum mbak,?
 
Wa’alaikum salam, iya dengan siapa? dimana? Ada yang bisa saya bantu?”
 
“Ini kok kayak customer service di Bank ya?” fikirku.
 
Mohon maaf sebelumnya mbak kenalkan namaku Syahid Nur Huda, aku merasa penasaran dengan wanita dibalik akun FB ini, bolehkah saya berkenalan dengan mbak?”

 
“iya boleh mas, silaturrahmi kan baik mas, trs mas penasaran knp? Kok bisa?”
 
“iya mbak aku penasaran karena takjub setelah melihat beberapa postingan mbak di beranda fb mbak,”
 
“waaaahhh kamu ini mas, masa hanya sekedar liat postingan di FB langsung terpincut, aneh kamu mas”
 
“yaaa….memang terdengar lucu sih mbak heheeee”
 
“kamu belum tau aku yang sebenarnya loh mas, klo mas tau siapa aku, aku yakin mas akan kaget dan pastinya gk bakal mau kenal lagi sama aku”
 
Aku sedikit heran, kenapa wanita ini bisa berkata seperti itu? Padahal aku yakin dia adalah wanita shalehah. Yaaa… memang sedikit lucu juga, aku cepat kagum hanya karena melihat postingan-postingan pengetahuan agama dan foto-foto wanita bercadar di beranda FBnya.
 
Hhhhmmmm…. Knp mbak bilang begitu? Apa Ada sesuatu yang berbeda dari mbak?”
 
Saya ini…..saya seorang WP mas”
 
Apa itu WP mbak? Wedding promotion ya…heheeee”
 
Bukan mas, … WP itu singkatan dari wanita pemuas,”
 
Seketika itu tubuhku gemetar, jantungku berdetak cepat tak beraturan, rasa takjubku seketika hilang namun berganti dengan rasa iba yang tumbuh lantaran ucapannya sejak awal seakan berkecil hati dan merasa rendah sehingga takut untuk berkenalan dengan pria yang hendak mengenalnya dari berbagai sisi kehidupan. Yaaahhh…. Perkataan itu …”klo mas tau siapa aku, aku yakin mas akan kaget dan pastinya gk bakal mau kenal lagi sama aku  perkataan ini menunjukkan kekecewaan pada diri sendiri, meratapi nasib yang menimpa jiwa yang suci seperti tak berguna lagi, merasa tidak layak dan tidak mungkin dapat menikmati romantisme pasangan suami istri.
 
Ya Allah mbak….hhhmmm klo begitu kapan mbak kita bisa bertemu?”
 
Untuk apa”
 
Aku ingin berbincang-bincang dengan mbak, boleh?”
 
Oooohhh ….iya boleh, mau kapan? Dan dimana?”
 
Besok malam ba’da isya bisa? Di RM Salero Kito”
 
Ok”
 
Jarum jam sudah menunjukkan pukul 19:45 WIB, aku masih sendiri di meja makan. Sesekali kumainkan jari-jariku di atas meja untuk mengurangi rasa bosan menunggu. Terlihat banyak orang yang sedang asyik ngobrol sambil menikmati hidangan malam. Meja sebelah kiriku di isi oleh dua orang paruh baya mengenakan pakaian dinas seperti seorang birokrat sedang lahap menikmati hidangannya, sedikit terdengar seperti sedang membicarakan Pilpres 2019. Tidak lama kemudian seorang wanita mengenakan gamis warna merah terlihat anggun, langkah kaki begitu santai, balutan hijab niqob satu warna dengan gamis terlihat selaras

 
Assalamualaikum, eh maaf ya telat pasti lama nunggu yah, hehee” sapa Annisa
 
Wa’alaikum salam, gk kok santai aja, aku jg belum lama kok” jawabku.
 
Kami berdua terlihat begitu kaku, karena mungkin kami baru saling mengenal, Apalagi aku baru kali ini aku dapat berbicara langsung dengan wanita bercadar. Sudah lama aku mengagumi wanita bercadar namun aku selalu takut untuk menjalani proses ta’aruf. Bagiku wanita bercadar itu merupakan sosok wanita yang sempurna, perfect moral and perfect figure, aaaahhh …. That’s the most beautiful dream of my life is to marry a veiled woman.
 
Ini bener kamu mbak Annisa?” Tanyaku “Iya ini aku, kenapa gitu?”
 
Yaaa…. Beda aja, aku kira kamu pakai pakaian mini gitu”
 
Ya gk lah mas,  aku gk suka pakai pakaian yang kayak gitu, yaaaa,, walau aku seorang WP(wanita pemuas) aku gak suka aja, dari dulu aku senang memakai pakaian begini, dan memang sih banyak orang yang suka nyinyir sama aku ‘berkerudung kok jual diri’, tp aku terima dan memang ini keadaanku, mereka begitupun karena sikap dan perbuatanku tidak sesuai dengan penampilanku”
 
Hhhmmm… iya iya… Memang awal nya gimana mbak kok bisa masuk dalam lingkaran terlarang begini?” Aku semakin penasaran.
 
Dulu saat kecil, aku anak yang sangat disayang oleh kedua orang tua ku, hampir semua keinginanku, orang tua turutin, walau begitu, ayah dan bundaku selalu mengajarkan ku ilmu agama, bahkan diusia yang terbilang masih kanak-kanak aku sudah pandai membaca alqur’an, aku bersyukur tumbuh dalam lingkungan keluarga yang faham agama, sejak kecil pun aku selalu menggunakan kerudung, karna ibuku selalu bilang “kalo main gak pake kerudung nanti ditusuk jarum pentol sama Allah”…. Ya Allah aku rindu kata-kata itu” ceritanya sambil menahan tangis.
 
Tahun semakin berubah, memaksaku untuk semakin tumbuh dan meninggalkan masa kanak-kanakku, menjadi seorang gadis belia yang masih membutuhkan kasih sayang ayah dan bunda.Keindahan masa-masa gadis yang ku impikan ternyata berbalik 90 derajat, ternyata masa gadis yang ku impikan merupakan pintu masuk dalam lingkaran terlarang ini,” lanjutnya.
 
Aku hanya mendengarkan, tak berani memotongnya saat sedang bercerita.
 
Tepatnya ketika aku sekolah kelas 3 SLTP, ayahku meninggal, singkat cerita aku tinggal dirumah hanya berdua dengan ibu, puncak nya ketika aku masuk SLTA, kami berdua mengalami kesulitan, penghasilan ibu dari menjual uduk dan gorengan tidak mencukupi kebutuhan kami, belum lagi buat jajanku sekolah, dengan terpaksa aku mencoba menjajakan diriku di sosmed, aku buat banyak akun Fb ada 4 akun Fb yang ku punya. Pertama kali aku menyerahkan keperawananku pada pria hidung belang dengan harga 3 jt 500, ketika itu aku baru berusia 16 tahun, di usia ini aku harus merasakan sesuatu yang belum layak dilakukan oleh gadis seusiaku, awalnya aku merasakan kesakitan bahkan dua tiga hari setelah berhubungan intim aku masih merasa sakit badanku pun sampai demam. Karena memang lelaki itu menggagahiku dengan beringas tanpa ada rasa cinta namun dipenuhi nafsu binatang,” ia berhenti sambil menahan marah bercampur sedih saat kembali mengingatnya.
 
Mendengarnya, aku merasa iba dan marah. Namun sekali lagi, aku tidak bisa melakukan apa-apa. Yang saat ini ia ceritakan adalah masa lalunya.
 
Ia pun melanjutkan ceritanya.
 
Semenjak saat itu, setelah beberapa kali aku melakukan hubungan, tiba-tiba muncul rasa ketagihan , aku menjajakan tubuhku bukan lagi karena faktor ekonomi saja namun karena untuk memuaskan diriku sampai sekarang. Tapi ada satu hal yang perlu mas tahu, tidak setiap kali aku melakukan hubungan intim dengan pria lain aku merasa kan kenikmatan, justru hati aku menjerit mas! Tidak jarang aku menangis sendiri setelah melakukan hubungan badan. Tapi bagaimana lagi, penyakit ini yang selalu mendorongku melakukannya. Kecanduan seks itu sama dengan kecanduan narkoba mas, bahkan lebih dahsyat, aku pun pernah menyayat-nyayat tangan dan membenturkan kepalaku karena aku tidak bisa melampiaskan nafsuku. Yaaahhh, Itu lah perjalananku mas semoga Allah segera memberiku pertolongan dengan caranya, sehingga aku bisa keluar dari lingkaran ini” ia mengakhiri ceritanya.
 
“ya Allah mbak ….” Aku menghela nafas, air mataku hampir menetes mendengar cerita hidupnya, diusia muda ia harus menanggung beban berat seperti ini.
 
“yaaaahh….penyakit iblis itu…..aku harus mengeluarkan dia dari penyakit itu dan lingkaran setan ini. Aku harus menikahinya. Tiada cara lain selain menikahinya” fikirku.
 
“hmmm mbak ….klo misal ada pria ngajak nikah, mbak mau?”
 
Aduuuhh mas, siapa yang mau nikah sama aku, aku ini WP, mana mungkin lelaki baik mau menikahiku, lelaki bejat seperti mereka yang datang padaku aja belum tentu mau” jawabnya sambil menundukkan kepala, terlihat mata nya tak sanggup menampung air mata, air mata itu jatuh menetes, air mata penuh luka, air mata pilu, air mata yang keluar karena duka bukan karena cinta ataupun bahagia.

 
Aku mbak. Aku yang akan nikahin mbak. Bulan ini kita nikah mbak, aku serius demi Allah disaksikan dengan langit dan bumi aku siap menikah dengan mbak” jawabku mantap.
TAMAT
Catatan : Cerita ini fiktif, namun berdasarkan kisah nyata. Nama dan tempat disamarkan.

Continue Reading

Lagi Trending