Puisi

Jeritan dan Harapan Rakyat

Published

on

Oleh: Kanda Deden Hidayat, Pengurus Komisariat Untirta Pakupatan

Gemuruh rintihan sang ibu pertiwi
Bersimbah darah dan luka
Berteriak merana, miskin merindukan kesejahteraan
Termakan buaian tenggelam dalam kebohongan
Berlatar keserakahan kesampingkan nurani
Kemanusiaan hilang tak tersisa pada diri

Harapan semu pun menjadi pijakan
Menunggu siang malam yang tak berarti
Pikiran tak karuan perut keroncongan
Tak tau makan sampah apa lagi esok nanti
Menatap bergunjing kepada singgasana penguasa
Merinding rasanya mendengar omong kosong
Yang masih kalah merdu dengan gonggongan anjing
Mengelabui adalah senjatanya Ketamakan adalah pakaiannya

Perhelatan perebutan memuakkan soal kekuasaan
Terus berulang tak pernah sesuai harapan
Tak akan pernah ada jaminan
Untuk jeritan jeritan bak neraka ini untuk selesai.
Berangan angan tentang keajaiban
Akankah hari esok yang diharapkan akan tiba?
Sang insan ulul albab melerai kedurjanaan.

Baca Juga:  Kisah Laron: Menunggu Kekasih Hingga Maut Menghampiri

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Lagi Trending