Connect with us

Puisi

KEMBALILAH KAWAN (Puisi Perjuangan)

Published

on


KEMBALILAH KAWAN
Karya  : Yunda Saputri

Syahadat telah terlontar dari alat ucap
Ikrar telah menggema dibawah mushaf suci
Diri telah terikat dalam ikrar dan syahadat
Tak bisa lari dari tanggung jawab yang telah mengikat
Dimanakah dirimu berada kawan
Tak ingatkah dirimu pada ikrar yang terucap
Dimanakah dirimu yang katanya…
Ingin memberantas kedzholiman yang ada
Kawan bergeraklah kemari
Ingat kembali pada ikrar yang kau ucap sendiri
Bantu aku disini
Bantu teman-temanmu disini
Kemarilah segera
Rapatkan barisan
Kembali kita berjuang
Memberantas kedzholiman yang ada
Berhentilah mempertebal bedak dan gincumu itu
Cepatlah pertebal imanmu
Berhentilah memperbanyak mantan untuk koleksi
Lekaslah memperbanyak ilmu
Berhentilah terbaring dan terlena dalam ranjangmu itu
Segeralah lakukan amal kebaikan
Kembalilah kawan
Kami disini menantimu
Menantimu untuk berjuang bersama
Melawan kedzholiman yang ada
Membantu para wali Allah yang telah mendahului
Meneruskan dakwah para kekasih Allah
Sebagai tiket menuju Surga Illahi Rabbi

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Puisi

DEKAPAN TUHAN

Published

on

Oleh: Yunda Saputri, Kader HMI MPO Komisariat Untirta Ciwaru

Terik matahari menguliti

Angin malam mendekap erat

.

Panas, bermandikan keringat

Hujan, berselimut dingin

.

Hari ini tertidur dalam lapar

Esok tertidur dalam lamunan

Lusa tertidur dalam kenyang

.

Tidur terhampar

Terjaga tertampar

Kiranya nasib rasanya agak hambar

.

Bising klakson

Terik di bawah lampu merah

Agaknya telah jadi kawan

.

Bisik-bisik miring

Tatap mata sinis

Kiranya jadi santapan

.

Mandi peluh

Tiap detik mengeluh

Agaknya jadi teman karib

.

Kiranya Tuhan hendak mendekap aku

Sampailah aku pada persimpangan suka

.

Esok, Tuhan akan mampir untuk mendekap nadi-nadi yang patah

Menuntun kaki-kaki yang goyah

Membimbing tangan-tangan yang payah

.

.

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (Q.S. Al-Baqarah: 286)

Continue Reading

Puisi

Kidung Sunyi

Published

on

Oleh: Yunda Saputri, Kader HMI MPO Komisariat Untirta Ciwaru

Gemericik air menawarkan dingin

Redupnya lampu menawarkan suram

Sepinya jalan menawarkan hening

Nyanyian malam menawarkan sunyi

Tuan…

Puan…

Adakah kau di balik pintu???

Atau di bawah selimut berbulumu???

Kalau kau dengar bisik malam

Akan ku beri kidung sunyi

Mengalun penging

Menganggu lelapnya tuan dan puan

Aku, hamba Tuhan

Yang tak sempat disambut hangatnya dekapan semesta

Ingin menawarkan kidung sunyi

Menjualnya pada tuan dan puan

Oh, ya…

Aku lupa

Tuan dan puan sudah tuli

Tak mampu mendengar kidung sunyi kami

Esok aku kemari

Tidak lagi menawari kidung sunyi

Esok, aku tawari salinan aksara yang kemarin aku cumbu

Dengan lembar kertas berpena merah

Oh, ya…

Aku lupa

Tuan dan puan tak bisa baca

Hanya bisa makan dan tidur pulas!!!

Cilegon, hening malam Juli 2021

Continue Reading

Puisi

PULANG

Published

on

(HARAP AKAN TENGGELAM YANG KEMBALI KE PERMUKAAN)

Oleh: Yunda Saputri, Kader HMI MPO Komisariat Untirta Ciwaru

Hai bung…

Sudah sejauh mana dirimu mengembara?

Sudah seberapa luas samudera yang kau arungi?

Sudah sedalam mana dirimu menyelam?

Lekaslah kembali

Cepatlah pulang

Aku menantimu di persimpangan

Tegak berdiri memandang ujung jalan

Do’a tak usai kulantunkan

Harap tak lepas kupanjatkan

Lekaslah naik ke permukaan

Aku menantimu pulang

Tuhan…

Jika mereka mengarungi samudera terdalam-Mu

Tuntunlah mereka pada persimpangan pertemuan

Sebab aku menanti kabar kepulangan

Tuhan, jika mereka enggan pulang

Singgahkanlah mereka pada Firdaus-Mu

Sejatinya peluk-Mu adalah tempat terindah untuk pulang

Pun, kelak pertemukanlah aku dengan mereka pada Firdaus-Mu

Cilegon, 24/April/2021

Continue Reading

Puisi

SUNYI

Published

on

Oleh: Yunda Saputri, Kader HMI MPO Komisariat Ciwaru

Debur…

Lebur…

Pasang surut

Wajah ikut merengut

Duduk melamun

Menanti tahun

Hadir beribu perkara

Jadi huruhara

Hari ini hidup

Esok bisa jadi mati

Hari ini bernafas

Esok bisa jadi tidak

Biarlah nafas kita sunyi dalam senyap

Dan hidup riuh mengembara dalam  do’a

Sebab, siapa tahu?

Kapan kita akan mati?

Cilegon, 23 April 2021

Continue Reading

Puisi

SUDUT KOTA

Published

on

Oleh: Yunda Saputri, Kader HMI MPO Komisariat Untirta Ciwaru

Temaram

Meremang

Lembab dan sunyi

Di sudut ruko aku terduduk

Gelap menjadi kawan

Langit malam menjadi teman

Bising ditelan hening

Ramai ditelan sepi

Kini aku mengais

Esok aku mengais

Lusa aku mengais

Tidak, tidak menangis

Aku hanya meringis

Sebab dunia kian bengis

Ah tidak…

Tuhanku manis

Takkan biarkanku meringis

Mari terlelap bersamaku dalam remang

Sebab aku terlelap di pelukan Tuhan

Cilegon, 20 April 2021

Continue Reading

Puisi

[TUHAN TIDAK PERGI]

Published

on

Oleh: Yunda Saputri, Kader HMI MPO Komisariat Untirta Ciwaru

Tertatih…
Tersungkur…

Tersesat…
Hilang arah…

Terpuruk…
Tenggelam…

Terjatuh…
Terpental…

Menyusuri waktu…
Menikam jejak…

Aku, si pendosa
Nan terjebak dalam kubangan

Meringis menangis dalam alunan
Hilang harap akan pertolongan

Aku lupa
Bahwa Tuhan tidak pernah pergi

Yaa, aku percaya
Tuhan akan mengeluarkanku

Yaa, aku yakin
Tuhan tidak akan pergi

Meninggalkan pendosa dalam kubangan maksiat
Aku percaya, Tuhan menanti untuk memeluk

Cilegon, 19 April 2021

Continue Reading

Puisi

SAJADAH USANG

Published

on

Oleh: Yunda Saputri, Kader HMI MPO Komisariat Untirta Ciwaru

Mata sibuk melirik

Terpaku pada sudut bilik

Rupa-rupanya ada kain

Terlipat rapi di atas dipan

Warnanya usang

Tak lagi terang benderang

Hati sibuk berbisik

Entah apa yang tercabik

Pikiran kian sengit

Entah kapan do’a terakhir melangit

Kiranya Tuhan mengetuk

Hati yang sudah lama tak terketuk

Agaknya Tuhan hendak memeluk

Raga yang sudah lama terpuruk

Sajadah usang dalam genggaman

Memikat hati yang telah lama tenggelam

Biarlah kain usang kini jadi saksi

Atas harap yang dibisiki pada bumi

Kiranya langit akan mendengar

Lantunan do’a dalam sajadah usang yang terhampar

Continue Reading

Puisi

Rungsing

Published

on

Oleh: Kanda Irkham Magfuri Jamas, Ketua Umum HMI MPO Komisariat Untirta Pakupatan

Masjid
Bendera tauhid
Sampai kumandang adzan
Itu simbol-simbol islam.

Menutup aurat
Menghabiskan makanan
Duduk saat minum dan makan
Sampai tidak mabuk-mabukan
Itu kegiatan islam.

Tolong menolong
Menyeru pada kebaikan
Mencegah pada kemungkaran
Itu syariat islam.

Ia tak hanya agama yang mengajarkan ritual peribadatan
Tapi ia adalah jalan kehidupan.

Tiap sendi ajaran
Mengajarkan kemaslahatan
Memberikan kedamaian
Untuk keselamatan
Di dunia dan di akhirat.

Betapa rungsing nya hati ini
Tatkala melihat muda mudi
Sampai tua bangka
Tidak PD dengan Islamnya.

Lebih cinta pada dunia hiburan
Tak senang dengan kumandang adzan
Masjid ditinggalkan, ditelantarkan.

Gandrung pada pakaian kurang bahan
Phobia dengan pakaian gombrang
Apagi terhadap ukhti yang cadaran.

Dulu kita malu bila pakian kita robek
Dulu kita malu dengan pakian ketat
Haduuuuhhh rungsingnya..

Sadarlah kawan, tuan dan puan.
Islam itu napas kehidupan
Norma dan moral kebaikan
Masihkah
Anda phobia?

Semoga keselamatan tercurah bagi kita yang bangga dengan islamnya.

Ki Jamas

Continue Reading

Puisi

Abadi Pada Hidup Yang Hanya Sekali

Published

on

oleh: Kanda Irkham Magfuri Jamas, Ketua Umum HMI MPO Komisariat Untirta Pakupatan

Menulislah agar engkau abadi!

Raga akan sirna
Nyawa akan dicabut juga
Tapi aksara akan menjadi prasasti
Bukti kita hidup hari ini.

Untaian kata akan hilang ditelan suara
Isi pikiran akan sirna ditelan usia
Bagai buruan, ilmu pun akan lari bila tak kau kekang
Maka Kekanglah mereka dengan Senjata bernama pena.

Dan membacalah!
Agar kau merasakan keabadian
Merasakan lika liku kehidupan 
Dalam tiap guratan pena.

Layaknya Hidup berulang kali
Menapaki jalan pikiran dan isi hati
Selalu ada pelajaran
Hidup sekali hiduplah yang berarti.

Menuju keabadian.

Continue Reading

Puisi

Sajak PANCASILA Katanya

Published

on

Oleh : Kanda Anugrah Ade Putra, HMI MPO Cabang Palopo

Sedikit catatan kecil untuk kelahiranmu, namun banyak pengakuan terhadap kelahiranmu, maka tak salah ketika ada orang yang mengatakan Saya Pancasila, namun disaat bersamaan dia meragukan ke Esaan Tuhan.

Sedikit refleksi di Hari kelahiranmu, namun banyak misteri tak ketemu, maka tak salah ketika ada orang yang mengatakan saya Pancasila, namun kemanusiaan serta keadilannya di tafsirkan untuk kepentingan kelompoknya.

Sedikit ukiran prestasi di hari kelahiranmu, namun banyak curiga terhadapmu. Maka tak salah ketika ketika ada orang yang mengatakan Aku Pancasila, namun paling senang membuat masyarakat terpecah menjadi dua.

Sedikit upaya untuk membesarkanmu, namun banyak ambisi untuk mengeksploitasimu. Maka tak salah ketika ada orang yang mengatakan saya Pancasila, namun membiarkan MPR tidak jelas peruntukannya untuk apa.

Dan sedikit ungkapan untuk ucapan trimakasih terhadapmu, namun banyak teriakan yang mencoba menggoyahkanmu. Maka tak salah ketika ada orang yang mengatakan saya Pancasila, namun justru membiarkan kesenjangan sosial dimana-mana.

#SayaPancasila/SayaBohong

Continue Reading

Lagi Trending