Puisi

Manusia Abstrak

Published

on

Oleh: Yunda Sulistyowati, Kader Komisariat Untirta Ciwaru Sesosok bertubuh samar bak bercermin dikaca penuh serdak Paras tak terdefinisikan layaknya nol dikali aritmatika Jejak langkah kesana kemari seperti pengemudi hilang kendali Layar berkabut menutup raut sejauh lebar telapak Bahana berciri khas sebagai penanda Cerah langit siang terlalu cerah Gelap langit malam terlalu gelap Nampak serumit negasi biimplikasi Lembaran jeluang beraksara besar hanya nampak badan anak semut Namun semua itu hanyalah pandangan. Terlintas pertanyaan dalam benak Akankah sebuah ketidak jelasan berubah menjadi sebuah kegelapan.
Baca Juga:  Halusinasi dalam Kedai Kopi

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Lagi Trending