Kabar Himpunan Kabar Nasional
Beranda » Soal Pernyataan Menag, Kohati HMI MPO Cabang Serang Gelar Aksi Keprihatinan

Soal Pernyataan Menag, Kohati HMI MPO Cabang Serang Gelar Aksi Keprihatinan

Serang, suarahimpunan.com – Korps HMI Wati (Kohati) HMI MPO Cabang Serang melakukan aksi simpatik atas pernyataan Menteri Agama (Menag), yang mengaitkan antara cadar dengan redikalisme.

Aksi tersebut dilakukan dengan membagikan bunga mawar yang diselipkan kertas bertuliskan pesan-pesan penolakan, atas pernyataan yang disampaikan oleh Menag.

Koordinator aksi, Hadiroh, mengatakan aksi ini merupakan bentuk protes terhadap wacana yang digulirkan oleh Menag, terkait larangan penggunaan cadar di instansi Pemerintahan.

“Aksinya, kami membagi-bagikan bunga. Dimana bunga itu kami selipkan sedikit (tulisan) penolakan seperti agitasi,” ujarnya kepada Kru LAPMI Serang, Sabtu (2/11).

Ia pun memperlihatkan lembaran kertas yang bertuliskan cadar tidak sama dengan radikalisme, yang diselipkan di rangkaian bunga. Karena menurutnya, tidak ada kaitannya antara cadar dan radikal.

PB HMI MPO Desak Pengusutan Tuntas Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS

“Bisa kita lihat disini ada cadar tidak sama dengan radikal. Karena memang tidak ada kaitannya dan tidak bisa juga kita melihat bahwa orang yang bercadar itu adalah Radikal. Itu tidak!,” tegasnya.

Dirinya juga menuntut Menag untuk meminta maaf kepada seluruh elemen masyarakat. Pasalnya, menurut dia, masih banyak hal-hal yang perlu diurusi salah satunya berkaitan dengan tatanan negara. 

“Saya menuntut kepada Menag, bahwa Menag harus meminta maaf kepada masyarakat semua. Karena tidak ada kaitannya orang yang menggunakan cadar dan yang menggunakan celana cingkrang, mereka adalah Radikal,” ujarnya.

Kemudian ia juga meminta kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dengan ujaran-ujaran yang dianggap menyudutkan pemakai cadar.

“Kami meminta kepada masyarakat agar tidak tergiring isu bahwa penggunaan cadar maupun celana cingkrang itu Radikal,” tegasnya kembali. (MUF)

Kornas KOHATI PB HMI MPO Soroti Absennya Negara di Ruang Paling Dasar Pendidikan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *