Tentang Rasa

Bahagia: Bukan Tentang Mereka, Tapi Tentang Aku

Published

on

Oleh: Kanda Muhamad Aditiya Prayoga, Kader HMI MPO Komisariat Untirta Ciwaru

Pernah nggak kalian menang lomba, terus kalian dapat hadiah? Pasti senang dan bangga bukan? Kemudian selang beberapa hari sudah terasa biasa saja, seperti tidak terjadi apa-apa.

Seringkali ketika jalan-jalan bersama dengan teman, ngobrol, nongkrong kesana-kemari penuh canda gurau. Namun, ketika sampai di rumah terasa biasa saja.

Terkadang suka berfikir apakah bahagia ini hanya selintas saja? Ketika ada masalah sulit terlupakan, bahkan masalah yang sudah terjadi lama kenangan pahitnya masih terasa.

Lantas dimana sih letak kebahagiaan? Dan apa sih kebahagiaan itu?
Menurut KBBI kebahagiaan adalah kesenangan dan ketenteraman hidup (lahir batin), keberuntungan; kemujuran yang bersifat lahir batin.

Itu adalah definisi dalam KBBI, kalau menurut kalian kebahagiaan itu apa? Mungkin ada yang mendapatkan uang Rp 10.000, hari ini bisa makan saja sudah bahagia, atau bisa berkeliling naik motor.

Mungkin setiap orang mendefinisikan kebahagiaan berbeda, tetapi pada intinya pasti sama, yaitu untuk kesenangan dan ketenteraman lahir batin.

Nah bagaimana sih cara memperoleh kebahagiaan itu sendiri? Ada beberapa cara memperoleh kebahagiaan yang pertama adalah dengan bersyukur.

Baca Juga:  Cinta VS Organisasi

Kenapa bersyukur? Karena sebanyak nikmat apa pun yang kita dapat jika kita tidak bersyukur maka akan merasa kurang. Kita akan lebih condong membandingkan diri kita dengan yang lain. Maka kunci dari kebahagiaan itu sendiri adalah bersyukur atas nikmat Allah yang diberikan kepada kita.

Sesuai dengan firman Allah, dengan bersyukur Allah akan menambah nikmat kita:
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat” (Q.S. Ibrahim: 07).

Memelihara rasa syukur dapat meningkatkan motivasi kita untuk terus beribadah kepada Allah. Selain itu, rasa syukur juga perlu diungkapkan secara jelas, baik dalam bentuk perkataan, di dalam hati, maupun tingkah laku. Dengan bersyukur, Allah akan menambah nikmat bagi hamba-Nya, meridai orang-orang yang bersyukur, dan senantiasa membuat bahagia.

Kemudian cara memperoleh kebahagiaan yang selanjutnya adalah dengan berhenti membandingkan dirimu dengan yang lain. Setiap orang punya porsi serta kemampuannya masing-masing, jangan berkecil hati jika dalam satu bidang tertentu kita tidak bisa, lantas menyalahkan diri kita.

Baca Juga:  Dapat Restu PB HMI MPO, Putra Lebak Jadi 'Penguasa' Jawa Bagian Barat

Tidak akan ada habisnya jika kita membandingkan diri kita dengan orang lain, terlebih dengan orang yang ada di atas kita. Mulailah percaya kepada diri sendiri, terima segala kekurangan pada diri sendiri dan mulailah perbaiki, maka dengan sendirinya kebahagiaan itu akan muncul.

Yang terakhir adalah dengan berpikir positif. Mungkin terdengar sepele tapi bukan hal mudah untuk dilakukan, karena beberapa orang cenderung berpikir berlebihan terhadap sesuatu yang bahkan belum dilakukan, selalu merasa khawatir dan cemas. Segala sesuatu dimulai dari pikiran, bagaimana kita mau bahagia jika pikiran kita selalu saja cemas, khawatir dan takut gagal. Jadi mulai sekarang perbanyak lah berpikir positif .

Orang yang berpikir negatif akan selalu takut untuk memulai sesuatu, dibayang-bayangi rasa yang tidak karuan. Sebenarnya bahagia itu nyatanya datang dari diri kita sendiri, dan juga sikap kita dalam menghadapi sesuatu. Sering kali kebahagiaan tidak bergantung dari sekeliling kita, melainkan bahagia itu datang dari sendiri.

Jangan khawatir dengan apa yang dipikirkan orang lain, asalkan kamu membuktikan sikap positif terhadap diri sendiri dan orang-orang sekitar, maka kamu akan diperlakukan dengan lebih hormat.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Lagi Trending