Literatur
Beranda » Tirani Teriak Lawan Tirani

Tirani Teriak Lawan Tirani

Ada yang tahu ga sih tirani itu apa? Sini yuk baca tulisan ini biar tau apa itu tirani.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tirani adalah kekuasaan yang digunakan sewenang-wenang, jadi orang yang melakukan kirani ini adalah mereka yang bergerak sesuai kehendaknya sendiri atau yahhh sekarep dewek Bahasa Jawa-nya mah hehe.

Agak sensitif ga sih dengernya teman-teman? Seperti suatu perlakuan yang sangat tidak baik dalam suatu keadilan.

Hal ini kerap kali terjadi dalam jurusan, yang mana para penguasa bertindak sewenang-wenangnya, demi kepuasan sendiri tanpa memikirkan kemaslahatan umat.

Mereka yang tirani selalu membodohi bawahannya yang tidak mengerti apa-apa, modusnya sih nuntun eh ternyata ada udang di balik batu.

Social Approval Dependence: Penyakit Sunyi di Bulan Suci

Modus yang biasa terjadi dalam jurusan biasanya mereka para tirani berusaha menunjukkan bahwa usaha mereka semata-mata hanya untuk kepentingan jurusan, dan bergerak seolah-olah merekalah paling berkuasa dan pantas menentukan segalanya.

Padahal pemimpin itu hanya untuk menuntun, mengajak, mengomandoi, segala sesuatu yang baik, bukan malah asal menentukan sesuatu yang sebenarnya harus dimusyawarahkan bersama.

Kejadian tirani dalam jurusan ini sangat membahayakan. Hal ini dapat menyebabkan perubahan kultur atau kebiasaan yang seharusnya tidak terjadi.

Jika membenarkan hal yang biasa, dan terus berkepanjangan menjadi kultur dalam jurusan, maka hal tersebut dapat membodohi generasi sehingga menjadi generasi perusak.

Rocky Gerung pernah berkata “Sejarah tidak selalu menulis pemenang, sejarah yang baik adalah sejarah yang menulis kecurangan. Sejarah yang baik bukan menghafal nama-nama pahlawan, tetapi menghafal nama-nama penghianat. Ya! dari situ kita belajar.”

Belajar dari “Overthinking”-nya Nabi Muhammad ﷺ Hikmah Ramadan untuk Hati yang Gelisah

Dalam kutipan tersebut bisa kita ambil hikmahnya bahwa seorang yang perusak atau pengkhianat perlu kita ingat agar dapat belajar dari orang-orang tersebut, untuk tidak menjadi generasi perusak yang melakukan kecurangan dan berkhianat demi kepentingan dirinya sendiri.

Mereka yang menjadi perusak dan pengkhianat (orang yang melakukan tirani) akan terus diingat dan melekat dalam dirinya, hingga menjadi sejarah yang kelam.

 

-WMVinnisa

Muhamad Ahyar Menuju Pekanbaru: Anatomi Pencalonan dan Harapan Spritual Kongres XXXIV HMI

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *