Suarahimpunan.com – Muhamad Wahyu, Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lebak, menegaskan harus ada perubahan total dalam budaya Kongres XXXIV HMI MPO di Pekanbaru.
Menurut Wahyu, budaya yang harus diubah ialah praktik-praktik kotor dalam pelaksaan kongres, hingga penetapan nahkoda baru yang akan memimpin PB HMI-MPO selama satu periode mendatang.
Hal tersebut Wahyu sampaikan saat dihubungi melalui panggilan telepon oleh Kru LAPMI Kolektif, saat meminta komentar terkait penyebutan namanya menjadi Bacalon Ketua Umum PB HMI-MPO.
“Sekarang bukan lagi tentang pencalonan, teman-teman dari Banten juga sudah berangkat. Sebagai Insan Ulil Albab, mereka, terutama yang berasal dari Cabang-cabang di Banten, harus bisa melakukan transformasi budaya di sana,” kata Wahyu dalam sambungan teleponnya.
Transformasi budaya yang dimaksud ialah kader-kader dari Banten harus bisa menguasai forum dengan memberikan gagasan komprehensif tentang kebutuhan, baik dalam tubuh HMI maupun masyarakat luas.
“Intinya saya yakin dengan kader-kader dari Banten ini luar biasa. Apalagi kita terkenal kuat, bisa disebut ‘Maung Banten’. Jadi gak mungkin kan kalau Maung cuma ikut-ikutan, Maung ompong dong,” tegasnya.
“Jadi, besar harapan nih dari kami agar Maung ini bisa mengintai dan menggigit praktik menjijikan di Kongres nanti. Seperti, misalnya, money politic yang kita tau pasti selalu ada pada saat penentuan pemilihan Formatur Ketua Umum,” tandasnya.


Komentar