Kabar
Beranda » Baru Berdiri, HMI MPO Komisariat Unpam Serang Tancap Gas Rekrut Kader, Bersiap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

Baru Berdiri, HMI MPO Komisariat Unpam Serang Tancap Gas Rekrut Kader, Bersiap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

Suarahimpunan.com – Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Komisariat Persiapan Universitas Pamulang (Unpam) Serang tancap gas menambah basis kader, usai deklarasi yang digelar beberapa waktu yang lalu.

Sebanyak lima mahasiswa diberangkatkan untuk mengikuti Basic Training yang digelar oleh HMI MPO Komisariat Universitas Banten Jaya (Unbaja), pada Jumat-Minggu (5-7/12) di Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

Proses kaderisasi tersebut menurut Formateur Ketua Umum HMI MPO Unpam Serang, Jamaludin, bukan hanya sekadar menambah massa semata. Namun, sebagai upaya untuk memperkuat perjuangan HMI MPO, sebagai mitra kritis pemerintah daerah.

Sebab, Jamaludin menuturkan bahwa arah gerak organisasi di bawah kepemimpinannya, ke depan tidak hanya fokus pada kaderisasi, tetapi juga memperkuat fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah daerah.

Menurutnya, Pemkot dan Pemkab Serang perlu lebih membuka ruang partisipasi publik, terutama bagi kelompok mahasiswa.

KOHATI PB HMI MPO Kecam Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

“Kami ingin hadir sebagai mitra kritis bagi dua pemerintahan daerah tersebut. Ketika kebijakan berpihak pada masyarakat, tentu kami dukung. Tapi ketika ada yang tidak sesuai dengan prinsip keadilan dan kepentingan publik, kami tidak akan ragu menyuarakan kritik,” ujar Jamaludin saat penutupan Basic Training HMI MPO Komisariat UNBAJA pada Minggu (7/12).

Ia menyoroti sejumlah persoalan yang dianggap masih perlu perhatian serius, mulai dari tata kelola pendidikan, penataan ruang, kondisi infrastruktur, hingga soal keterbukaan informasi yang belum sepenuhnya optimal. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis untuk mengawal isu-isu tersebut.

“Kota Serang dan Kabupaten Serang punya potensi besar untuk tumbuh lebih cepat, tapi itu harus dibarengi dengan pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Kami siap memberikan masukan, melakukan kajian, bahkan ikut terlibat dalam diskusi kebijakan,” jelasnya.

Jamaludin menegaskan, sikap kritis bukan berarti konfrontatif, melainkan bentuk kontribusi nyata mahasiswa untuk memastikan pembangunan berjalan tepat sasaran.

“Kami ingin hubungan konstruktif, tetapi tetap kritis. Pemerintah daerah harus melihat mahasiswa sebagai mitra pengawas, bukan pihak yang mengganggu,” tegasnya.

PB HMI MPO Desak Pengusutan Tuntas Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS

“Intinya, kami siap mengawal dua daerah ini dengan pendekatan yang objektif, ilmiah, dan berpihak pada kepentingan rakyat,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Komisariat UNBAJA, Fikri Dimyati, mengatakan bahwa dalam basic training tersebut terdapat belasan mahasiswa dari tiga perguruan tinggi yang mengikuti pelatihan hingga resmi menjadi kader HMI MPO di Serang.

“Belasan mahasiswa itu telah mendapatkan pelatihan, pembekalan tentu agar bisa mencapai dan menjalankan tujuan organisasi serta mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” singkatnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *