Kabar
Beranda » Arena Kongres Belum Siap, Kongres HMI ke-XXXIII Akan Diundur Lagi

Arena Kongres Belum Siap, Kongres HMI ke-XXXIII Akan Diundur Lagi

 

Suarahimpunan.com – Grup WhatsApp yang berisikan para pimpinan HMI MPO se-nasional sedang memanas karena isu pelaksanaan Kongres yang akan mundur dari waktu yang telah disepakati.

Rangkaian Kongres HMI ke-XXXIII yang tinggal menghitung hari ini, harus diundur karena terdapat kendala dalam tahap persiapan. Kongres yang semula akan dilangsungkan di tanggal 17 hingga 23 Desember 2022 mendatang, akan diundur sampai waktu yang belum ditentukan.

Ketua Umum HMI MPO Cabang Pekanbaru, Gopinda Aditya Putra, menekan bahwa pelaksanaan Kongres tidak perlu banyak mengagendakan acara seremonial.

“Gak perlu lagi banyak seminar untuk Kongres itu, cukup ajalah Kongres yang diadakan. Pembukaannya kalau nunggu tokoh yang diinginkan hadir, terus menyesuaikan waktu tokoh tersebut, 2024 kita Kongres. Dah lama kali telat kita ini. Harapan kita di Jakarta agar mudah akses dan komunikasi di dekat Ibu Kota itu kan. Sudah 2 kali 24 jam ini untuk terakhir Rapimca. Kasih kejelasan lah lagi,” ujarnya.

Kornas KOHATI PB HMI MPO Soroti Absennya Negara di Ruang Paling Dasar Pendidikan

Ketua Umum HMI MPO Cabang Kendari, LaOde Andi Malele Laewani, mengaku bahwa pihaknya sudah hampir memesan tiket pesawat untuk penerbangan ke Jakarta.

Tabe Kanda Ketum. Saran, grup ini tempat perkumpulan semua Ketum-Ketum, saya pikir informasi harus lebih diinfokan lebih jelas. Agar tidak terkesan dari telinga ke telinga, untuk ada yang mempertanyakan hal ini. Kami hampir sudah pesan tiket hari ini Kanda Ketum,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Umum PB HMI MPO, Affandi Ismail Hasan, mengonfirmasi bahwa Kongres akan diundur karena permasalahan tempat yang belum final.

Assalamu’alaikum wr wb. Tadi malam kita rapat beberapa MPK, Panasko dan Panlok, karena tempat Kongres belum siap maka kita undur. Hari ini kita berusaha maksimal finalisasi tempat Kongres. PB akan menyurat ke cabang tentang pengunduran ini berikut tanggalnya,” terangnya.

Di samping itu Ketua Umum HMI MPO Cabang Bogor, Yogi Mulyana, menilai bahwa Panasko tidak menjalankan tupoksinya sehingga menjadi pemicu molornya pelaksanaan Kongres.

Kornas KOHATI PB HMI MPO Angkat Isu Etika Publik dan Independensi BI

Wa’alaikumussalam Pak Ketum, semoga dimudahkan acaranya hingga selesai. Panasko itu gak kerja, saya perhatikan juga fungsionaris malah asyik hilir mudik jadi Caketum. Saya lihat kalau untuk Panlok sudah bekerja dengan maksimal, yang gak ada progres itu Panasko. Masa surat permohonan pemateri yang di desain Panasko untuk Gala Dinner dan sebagainya sampe sekarang gak dibuat-buat, wajar aja kalau bikin Kongres molor,” jelasnya.

“Surat permohonan pembaruan database ke cabang untuk menetapkan jumlah utusan tiap cabang juga masih belum ada,” tambahnya.

Menanggapi pernyataan sebelumnya, Sekretaris HMI MPO Badko Jabagbar, Ahmad Izat Jazuly, mengungkap bahwa data utusan delegasi setiap cabang pun belum terhimpun.

“Ini cukup jelas Ketua Yogi. Kongres kali ini nampaknya ribet sekali Ketua, saya tanya ke beberapa cabang utusan, delegasi tiap-tiap cabang untuk Kongres pun belum ada. Yang seharusnya 3 bulan sebelum Kongres delegasi itu sudah ditetapkan, jumlah suara sudah ditetapkan, tapi sampai hari ini belum. Steering Commitee kemana pula?” tulisnya.

Senada dengan pernyataan sebelumnya, Izat pun mempertanyakan peranan Panasko dan Steering Commitee dalam persiapan Kongres kali ini.

HMI MPO Cabang Dompu Raya Desak Kapolda NTB Copot Kapolres Lombok Timur Usai Aksi APIPI Berujung Ricuh

“Akhirnya yang dijadikan alasan tempat. Sekarang bagaimana mau mendapatkan tempat? Panitia lokal harus menyiapkan tempat sesuai dengan utusan suara, membutuhkan kapasitas kamar, kapasitas arena Kongres. Panitia lokal saya lihat di media sosial sudah bekerja kesana kemari, mengurus transportasi, konsumsi dan lain-lain. Tapi ini Panitia Nasional dan Steering Commitee kemana?” tambahnya.

Izat juga menegaskan bahwa jumlah delegasi tiap-tiap cabang, harusnya menjadi acuan bagi Panasko dan Panlok untuk menentukan kapasitas arena dan hal-hal lainnya.

“Karena dari jumlah delegasi. Itu dijadikan acuan kapasitas kamar, kapasitas arena Kongres, kapasitas konsumsi, kapasitas transportasi, kapasitas pernak pernik atau cindera mata. Nampaknya Panitia Nasional, Steering Commitee, asal nunjuk aja ini Pengurus PB. Mereka ga ngerti kegiatan kepanitiaan. Kayanya mereka setelah LK 1-nya ga mengikuti follow up LK 1. Jadi ga ngerti kegiatan kepanitiaan,” paparnya.

Menanggapi berbagai macam respon, Affandi pun menjelaskan bahwa setiap pihak yang terlibat dalam persiapan Kongres bekerja secara kolektif.

“Saya sekarang sedang di Taman Mini Indonesia Indah. Kita semua kerja kolektif. Insya Allah semua unsur yang terlibat sudah menunjukkan kerja dan harus kita apresiasi bersama,” tandasnya. (RED)

(Segala bentuk penulisan kalimat pernyataan dalam rilis ini sudah disesuaikan oleh pihak redaksi, agar dapat dengan mudah dipahami oleh pembaca).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *