Suarahimpunan.com – Sekretariat PB HMI MPO di Jakarta, dicoret-coret oleh sejumlah kader.
Hal itu diduga akibat pernyataan Ketua Umum PB HMI MPO saat diundang ke DPR RI, dan membatalkan sepihak aksi unjuk rasa yang sebelumnya telah diinstruksikan.
Berdasarkan video dan foto yang beredar, sekretariat PB HMI MPO dicoret-coret menggunakan cat semprot berwarna merah.
Sejumlah coretan tersebut bertuliskan ‘Mosi Tdk Percaya’, ‘Bungkam’, ‘HMI Bukan Milik Nenek Moyang Kau, HMI Milik Ummat’, dan ‘PB Bukan Kontrakan’.

Berdasarkan keterangan saksi, pihak yang menyoret-nyoret sekretariat tersebut merasa dikhianati oleh Ketua Umum PB HMI MPO.
Pasalnya, mereka diundang untuk datang ke Jakarta dari berbagai daerah, untuk menggelar aksi unjuk rasa berdasarkan surat bernomor 012/A/KU/03/1447.
Ketika para massa dari cabang-cabang datang ke Jakarta, mereka diarahkan untuk datang ke Sekretariat PB HMI MPO.
Namun pada saat mereka sampai ke sana, Ketua Umum PB HMI MPO, Handy Muharam, tidak ada di sekretariat. Ternyata, ia datang menghadiri pertemuan dengan DPR RI.
Hal itu memantik amarah dari kader-kader yang datang dari sejumlah daerah, seperti Tangerang dan Bogor, hingga akhirnya pencoretan itu terjadi.
Sementara di DPR RI, pernyataan Handy pun menjadi sorotan. Pasalnya, ia menyebut bahwa akar masalah kericuhan di berbagai daerah, akibat rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) para demonstran.

“Kalau memang karena IPM, harusnya persoalan peningkatan pendidikan, kesehatan dan ekonomi, dimasukkan dalam tuntutan yang di sampaikan. Ini mah nggak,” ujar Wahyu, salah satu kader Cabang Lebak.


Komentar