“Penyandang disabilitas dengan ijazah S1 ke atas diperkirakan hanya 115 ribu orang. Masih tingginya persentase penyandang disabilitas yang tidak memiliki Ijazah berpotensi menimbulkan masalah pengangguran atau pekerja kasar dengan upah rendah,” tegasnya.
Ketua YDMI, Ipan menyampaikan, kualitas SDM penyandang disabilitas masih rendah. Ia mengaku, YDMI akan berusaha secara maksimal untuk mendorong terciptanya pendidikan inklusi yang ideal.
“Dalam rangka turut serta mendorong pendidikan inklusi, YDMI telah melakukan beberapa hal yaitu, memfasilitasi (mencarikan) sekolah yang bisa menerima siswa disabilitas, mencarikan orang tua angkat (asuh), melakukan edukasi kepada orang tua dengan anak disabilitas tentang pentingnya bersekolah dan menginisiasi forum masyarakat inklusi (formasi) Kota Tangerang,” tandasnya.
Pada sambutannya, Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah menyampaikan pihaknya akan komitmen mendorong pembangunan daerah yang inklusif terutama dalam bidang pendidikan. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya kenaikan anggaran bagi pendidikan inklusi.
“Kami komitmen menjadi Kota Tangerang yang inklusi,” tandasnya.
(SPT)


Komentar