Kabar

Polemik Impor Sampah, Pemprov Banten Diminta Atur Strategi

Published

on

Ia menjelaskan bahwa saat ini di TPAS pengelolaan sampah masih menerapkan control landfill, yaitu dengan cara membuat tumpukan sampah, hal ini tentunya akan berdampak luas. “Masih kurangnya teknologi pengolahan sampah akan berdampak terhadap jumlah timbulan sampah yang ada di TPAS . Berdasarkan beberapa penelitian timbulan sampah ini akan penuh pada tahun 2030, dengan adanya kerjasama ini bisa jadi dalam kurun waktu 2 sampai 3 tahun TPAS akan penuh,” terangnya. Di samping meningkatnya tumpukan sampah karena adanya kerjasama ini, dampak lainnya yang cukup rentan adalah kesehatan masyarakat.
Baca Juga:  Apel Pagi, Syafrudin Tegaskan OPD Serang Terkait DPA Tahun 2022
“Selain jumlah timbulan sampah yang akan meningkat, dengan adanya kerjasama ini akan berdampak terhadap kesehatan masyarakat di sekitar, terutama efek dari air lindi yang dihasilkan dari sistem control landfill yang diterapkan oleh pihak , ini akan berdampak terhadap sumber air di sekitarnya,” katanya. Berdasarkan data DLH tahun 2019, selain dengan Kota Tangsel, saat ini melakukan kerja sama pengelolaan sampah dengan Kabupaten Serang yang pengelolaannya juga dilimpahkan ke . “Melihat fenomena ini, terlihat sebagai tumpuan sampah bagi beberapa kota di Provinsi Banten,” ujarnya.
Baca Juga:  Kado Antroposentrisme Buat Masyarakat Beragama Dari Kaum Rasionalis
Ia menilai bahwa wacana Provinsi Banten bebas sampah hanya sekedar ilusi belaka. “Dari hal ini, wacana 2020 Provinsi Banten bebas sampah hanya sekedar wacana, fakta di lapangan masih banyak kabupaten dan kota di Provinsi Banten masih belum mempunyai TPAS sendiri. Wacana TPAS Regional yang dicanangkan hanya sekedar angan-angan, dan sampai sekarang belum terealisasi dengan baik,” tuturnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Lagi Trending